KARAWANG, Media3id–- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Karawang meminta aparat kepolisian mengusut tuntas kasus kebakaran Kantor Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Karawang secara transparan dan dibuka terang-benderang kepada publik.
Langkah ini dinilai mendesak demi memutus rantai asumsi dan informasi simpang siur yang berkembang di tengah masyarakat. Kebakaran hebat itu sendiri diketahui terjadi pada Rabu (14/10/2026) malam lalu.
Sekretaris Komisi I DPRD Karawang, Khoerudin, menegaskan bahwa kepastian penyebab kebakaran harus segera diungkap. Mengingat insiden ini terjadi saat BPN Karawang sedang disorot atas konflik agraria, salah satunya aksi demonstrasi warga Poponcol terkait persoalan Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang juga menyeret nama PT APL.
“Poinnya satu, pengusutan kasus kebakaran kantor BPN harus dibuka secara terang-benderang. Jangan sampai simpang siur dan banyak asumsi liar, karena masyarakat kaget, publik juga kaget,” ujar Khoerudin, Sabtu (17/10/2026).
Khoerudin juga mempertanyakan potensi adanya motif lain di balik musibah ini. “Apakah ini murni musibah atau memang menghilangkan jejak?” cetusnya. Kendati demikian, ia menyadari hal tersebut masih sebatas kekhawatiran publik yang wajib dijawab melalui pembuktian hukum.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi yang mengonfirmasi penyebab kebakaran maupun indikasi unsur kesengajaan. Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri bersama Satreskrim Polresta Karawang dilaporkan telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), namun hasilnya belum diekspos ke publik.
DPRD Kabupaten Karawang berharap investigasi dapat berjalan profesional. “Kami berharap aparat kepolisian dapat mengusut tuntas peristiwa tersebut secara profesional dan transparan, sehingga masyarakat memperoleh kepastian informasi serta tidak terus dibayangi berbagai spekulasi,” tutup Khoerudin.
Reporter: Daman Huri






