Cirebon, Media3.id – Pelaksanaan Workshop Pengasuh Pondok Pesantren Rintisan yang digelar oleh KH Imam Jazuli Mulia (BIMA) Cirebon menyedot antusiasme tinggi dari para peserta yang hadir dari berbagai penjuru tanah air. Kegiatan ini menjadi ajang konsolidasi sekaligus penguatan kapasitas bagi para pengasuh pesantren muda dalam memajukan lembaga pendidikan Islam di daerahnya masing-masing.
Anggota DPRD Jawa Barat dari Komisi I sekaligus legislator Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), H. Muhamad Sidkon Djampi, S.H., M.M., mengapresiasi tinggi konsistensi dan gagasan KH Imam Jazuli dalam mendampingi pesantren-pesantren rintisan.
”Workshop ini memberikan dampak luar biasa. Para peserta tidak hanya mendapatkan arahan strategis, tetapi juga suntikan motivasi mendalam untuk terus bergerak membina umat di daerah asal mereka,” ujar Kang Sidkon saat memberikan keterangan pers.
Diikuti Pesantren dari Papua hingga Pelosok Nusantara
Animo peserta dalam pelatihan ini tergolong luar biasa. Tak hanya dari wilayah Jawa Barat dan sekitarnya, banyak pengasuh pesantren datang jauh-jauh dari luar Pulau Jawa, termasuk dari wilayah Papua Pegunungan.
Kang Sidkon mengungkapkan, keberadaan peserta dari wilayah pelosok seperti Papua Pegunungan membuktikan bahwa semangat untuk menyebarkan pendidikan berbasis pesantren makin menguat di seluruh penjuru Indonesia.
”Melihat daya juang para pengasuh dari Papua Pegunungan dan daerah terpencil lainnya, kita makin optimistis. Pelatihan ini memantapkan keyakinan serta langkah perjuangan mereka bahwa pesantren rintisan yang didirikan mampu tumbuh menjadi benteng keagamaan dan pendidikan yang kokoh,” lanjut Politisi PKB tersebut.
Kehadiran Tokoh Nasional dan Praktisi Media
Acara ini makin semarak dan berbobot dengan hadirnya sejumlah tokoh penting nasional dari berbagai latar belakang, antara lain:
* Gus Ipang Wahid (Praktisi Komunikasi dan Media)
* Derry Sulaiman (Da’i dan Tokoh Inspiratif)
* Gus Miftah (Mubaligh Nasional)
* KH Imam Jazuli (Pengasuh BIMA Cirebon / Inisiator)
Kehadiran para narasumber nasional tersebut memberikan wawasan holistik, mulai dari pengelolaan manajemen pesantren modern, pemanfaatan media digital dalam dakwah, hingga kemandirian ekonomi lembaga.
Melalui workshop ini, para peserta diharapkan dapat membawa pulang metodologi terapan yang dapat langsung dipraktikkan untuk mengakselerasi perkembangan pesantren rintisan di wilayahnya masing-masing.






