Bandung, Media3.id – Guna memperkuat pemahaman politik dan literasi informasi bagi generasi muda, Komisi 1 DPRD Provinsi Jawa Barat berkolaborasi dengan Komisi Informasi (KI) Jawa Barat dan Universitas Islam Nusantara (Uninus) menyelenggarakan seminar nasional bertajuk “KI Goes to Campus: Pendidikan Demokrasi dan Keterbukaan Informasi Menuju Jawa Barat Istimewa”.
Inisiatif kegiatan ini didorong oleh Anggota Komisi 1 DPRD Jabar Fraksi PKB, H.Muhamad Sidkon Djampi, S.H., M.M., yang menyoroti pentingnya peran pemilih pemula dan mahasiswa dari Generasi Z dalam tatanan demokrasi modern.
”Kami berharap ada pendidikan demokrasi untuk teman-teman Gen Z dan pemilih pemula, salah satunya mahasiswa. Lewat kolaborasi ini, demokrasi diharapkan bisa diterjemahkan secara kekinian di era digital, misalnya menyuarakan gerakan antikolput dengan tetap menjaga objektivitas melalui kacamata akademisi,” ujar Kang Sidkon saat ditemui di lokasi acara, Gedung Pascasarjana Uninus.
Seminar yang berlangsung secara interaktif ini menghadirkan akademisi dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Prof. Dr. Diding Nurdin, M.Pd., sebagai narasumber utama. Dalam penyampaiannya, Prof. Diding menekankan bahwa mahasiswa hari ini merupakan digital citizen sekaligus agent of change yang memegang peranan kunci bagi masa depan bangsa.
”Mahasiswa penting sekali memahami urgensi pendidikan demokrasi di era digital. Kolaborasi lintas sektor antara DPRD Jawa Barat, Komisi Informasi, dan perguruan tinggi seperti ini sangat krusial agar nilai-nilai demokrasi dapat dipahami secara utuh oleh para calon pemimpin masa depan,” ungkap Prof. Diding.
Secara teknis pelaksanaan, Ketua Panitia Kegiatan, Dr. Agus Hendra, M.Pd., menyampaikan bahwa agenda berjalan dengan lancar dan mendapatkan respons antusias. Sebanyak 120 peserta yang terdiri dari mahasiswa dan dosen turut hadir memadati ruangan.
Daftar Perguruan Tinggi yang Hadir:
* Universitas Islam Nusantara (Uninus) — Tuan Rumah
* UIN Sunan Gunung Djati Bandung
* Universitas Pasundan (Unpas)
* Universitas Parahyangan (Unpar)
* Universitas Al-Ghifari
Dr. Agus Hendra menegaskan bahwa keterbukaan informasi menjadi fokus utama agar Gen Z tidak mudah terpengaruh oleh disinformasi.
”Generasi Z membutuhkan pemahaman demokrasi dari sudut pandang yang komprehensif setelah lebih dari dua dekade reformasi berjalan. Melalui kegiatan ini, kami ingin menajamkan wawasan mahasiswa agar mereka cerdas memilah informasi yang valid, jelas sumbernya, serta dapat dipertanggungjawabkan,” tutur Dr. Agus Hendra.






