Bandung, Media3.id – Memperingati Hari Pengentasan Kemiskinan Internasional yang jatuh pada Sabtu, 17 Oktober 2026, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Komisi III, Ronny Hermawan, S.H., menegaskan pentingnya komitmen bersama serta strategi komprehensif dalam menekan angka kemiskinan di Jawa Barat.
Politisi dari Fraksi Partai Demokrat tersebut menyampaikan bahwa penanganan kemiskinan tidak cukup hanya mengandalkan program bantuan sosial (bansos), melainkan harus berfokus pada pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan dan penciptaan lapangan kerja.
”Hari Pengentasan Kemiskinan Internasional tahun 2026 ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa penanggulangan kemiskinan harus menyasar akar masalahnya. Masyarakat butuh akses ekonomi yang adil, kemudahan berusaha, serta pendampingan agar mampu mandiri secara finansial,” ujar Ronny Hermawan dalam keterangannya, Sabtu (17/10/2026).
Sebagai anggota Komisi III DPRD Jabar yang membidangi keuangan, aset, dan BUMD, Ronny menyoroti peran strategis Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) serta efektivitas alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat kelas bawah.
”Optimalisasi alokasi APBD dan efisiensi BUMD milik Pemprov Jabar harus diprioritaskan untuk memberikan dampak langsung kepada masyarakat. BUMD, khususnya di sektor keuangan dan UMKM, harus mempermudah akses permodalan bagi pelaku usaha kecil agar roda ekonomi warga terus bergerak,” tegas legislator Fraksi Partai Demokrat tersebut.
Lebih lanjut, Ronny mendorong sinergi yang lebih kuat antara pemerintah daerah, DPRD, pelaku usaha, dan elemen masyarakat dalam merumuskan kebijakan ekonomi yang inklusif dan tepat sasaran.
”Melalui momentum Hari Pengentasan Kemiskinan Internasional ini, mari kita perkuat kolaborasi untuk menghadirkan program-program nyata yang mampu mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan seluruh warga Jawa Barat,” tutupnya.






