BANJAR, media3.id – Daerah (RSUD) Kota Banjar terus memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi kondisi darurat, khususnya potensi kebakaran di lingkungan rumah sakit.
Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan sosialisasi dan pelatihan pencegahan serta penanggulangan kebakaran yang berlangsung di Aula RSUD Kota Banjar, Kamis (27/8/2026).
Wakil Direktur (Wadir) Pelayanan BLUD RSU Kota Banjar, dr. Dilla Laswantina, yang mewakili Direktur RSUD Kota Banjar drg. Eka Lina Liaandari, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemampuan seluruh staf dalam menghadapi kondisi darurat.
Selain itu, kegiatan tersebut juga merupakan bagian dari pemenuhan persyaratan akreditasi RSUD Kota Banjar tahun 2026.
“Harapannya tentu saja tidak terjadi kejadian apa pun tentang kebakaran. Tetapi seandainya memang terjadi, diharapkan kami semua, seluruh staf, tidak hanya bagian tertentu, mampu untuk menanggulanginya dan tidak panik,” ujar dr. Dilla.
Menurutnya, kesiapan menghadapi kebakaran sangat penting karena rumah sakit memiliki pasien dengan kondisi dan tingkat mobilitas yang berbeda-beda. Oleh sebab itu, kemampuan melakukan evakuasi pasien harus dipahami oleh seluruh petugas.
“Kami juga harus siap bagaimana mengevakuasi pasien-pasien di rumah sakit,” katanya.
Sementara itu, Kepala UPTD melalui Kasubag Tata Usaha, Ina Malina, mengatakan sosialisasi dan pelatihan tersebut menjadi langkah penting untuk membangun kesadaran serta kesiapsiagaan bersama di lingkungan RSUD Kota Banjar.
Menurutnya, penanganan kondisi darurat membutuhkan kerja sama seluruh unsur rumah sakit. Karena itu, setiap petugas perlu memahami langkah yang harus dilakukan ketika terjadi kebakaran.
“Pelatihan seperti ini sangat penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan seluruh petugas. Kita berharap seluruh staf memahami bagaimana melakukan pencegahan, penanganan awal, hingga proses evakuasi apabila terjadi keadaan darurat,” ujar Ina.
Ia menambahkan, keselamatan pasien, pengunjung, dan seluruh petugas harus menjadi perhatian utama. Dengan adanya pelatihan secara berkala, diharapkan seluruh personel mampu bertindak cepat dan tepat tanpa panik ketika menghadapi kondisi darurat.
“Yang paling penting adalah bagaimana kita bisa mencegah terjadinya kebakaran. Tetapi apabila terjadi, seluruh petugas harus tahu apa yang harus dilakukan dan bagaimana menyelamatkan pasien dengan cepat dan aman,” katanya.
Melalui kegiatan tersebut, RSUD Kota Banjar berharap kesiapsiagaan menghadapi kebakaran tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas tertentu, tetapi menjadi kesadaran seluruh staf rumah sakit.
Dengan kesiapan yang baik, potensi risiko dapat diminimalkan sekaligus memastikan keselamatan pasien dan keberlangsungan pelayanan rumah sakit tetap terjaga.
(Joe)






