Luka Lama Belum Sembuh, Cairan Hitam Misterius Kembali Cemari Pesisir Karawang. Kades Sedari: Siapa Yang Harus Bertanggung Jawab

  • Whatsapp

KARAWANG, Media3.id– — Belum sembuh dari trauma kerusakan lingkungan masa lalu, para petani tambak dan nelayan di pesisir pantai Karawang kembali digemparkan oleh ancaman pencemaran. Cairan hitam pekat yang diduga kuat sebagai tumpahan minyak (oil spill) ditemukan kembali mencemari kawasan Pantai Sedari, Kecamatan Cibuaya pada Rabu (26/8).

Kehadiran limbah misterius ini memicu keresahan luar biasa bagi warga yang menggantungkan hidup dari sektor laut dan tambak. Kepala Desa Sedari, Bisri Mustopa, menyatakan keprihatinan mendalam atas masalah lingkungan yang terus berulang tanpa ada kejelasan hukum dan sumber pencemaran yang pasti.

Read More

“Prihal oil spill, saya selaku kades merasa prihatin dengan kembalinya adanya oil spill ini tentunya ini membuat resah petani tambak karena apapun alur ceritanya oil spill ini suatu masalah yang selalu muncul, muncul dan muncul,” kata Bisri, Rabu (26/08/26).

Hingga saat ini, asal-usul sumber pencemaran tersebut masih belum terungkap. Di sisi lain, pihak PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) secara tegas membantah bahwa limbah tersebut berasal dari aktivitas operasional mereka.

“Hari ini Rabu tanggal 26 Agustus 2026 oil spill di pantai Cemarajaya dan pantai Sedari kembali terjadi dan belum ada pihak yang bertanggungjaawab sumber oil spill darimana? Sementara PHE ONWJ menyampaikan bahwa oil spill bukan dari kami. Adapun upaya dari PHE ONWJ adalah sebagai bantuan dalam bentuk kepedulian terhadap lingkungan,” lanjut Bisri.

Sikap korporasi tersebut dinilai membingungkan pihak pemerintah desa dan warga terdampak yang kini kehilangan arah untuk menuntut keadilan.

“Menhadapi dinamika itu tentunya saya sebagai kades merasa prihatin. Apapun ceritanya ini limbah suatu masalah lingkuan yang harus menjadi perhatian serius dari berbagai pihak baik pemerintah daerah kabupaten mapun yang lainnya karena dampaknya luar biasa buat para petani tambak. Oil spill kejadian 6 tahun yang lalupun belum sembuh, belum selesai karena sampai hari ini masih terasa,” ungkapnya.

Kerusakan ekosistem akibat paparan limbah ini dipastikan memperpanjang penderitaan petambak lokal yang komoditasnya gagal tumbuh dengan normal akibat efek jangka panjang pencemaran.

“Karena keterbatasan pengetahuan sehingga belum bisa mendeteksi secara mendetail segala hal yang menimbulkan masalah di area tambak. Yang pasti secara kasat mata sejak kemuculan oil spill beberapa tahun lalu dan konfensasi selama satu tahun dampaknya masih terasa sampai sekarang salah satunya lambat besarnya ikan sehingga sangat berdampak pada hasil produksi para petani tambak dan nelayan ditambah sekarang muncul lagi,” papar Bisri.

Pemerintah Desa Sedari mendesak Pemerintah Kabupaten Karawang dan instansi terkait untuk segera melakukan investigasi mendalam demi mengungkap dalang utama di balik peristiwa ini.

“Harapannya ada tanggapan serius dari berbagai pihak untuk mengungkap siapa yang harus bertanggungjawab terhaddap oil spill yang hari ini muncul, karena PHE ONWJ mengklaim bahwa ini bukan oil spill dari PHE, sementara kita harus kemana?” pungkasnya

 

Reporter: Dmn Hr

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *