Pemkot Banjar Memburu TBC dengan X-Ray, Berapa Warga Ditargetkan?

  • Whatsapp

BANJAR, Media3.id— Pemerintah Kota Banjar tidak lagi hanya menunggu warga bergejala datang ke fasilitas kesehatan. Melalui program TBC dengan X-Ray, petugas kesehatan akan bergerak menyisir desa dan kelurahan untuk menemukan kasus tersembunyi sebelum penularannya semakin panjang.

 

Read More

Program Tracing TBC Terintegrasi Cek Kesehatan Gratis atau CKG dengan metode X-Ray tersebut dicanangkan Wali Kota Banjar Sudarsono di Pendopo Desa Langensari, Kecamatan Langensari, Rabu, 29 Juli 2026. Program pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan itu diarahkan untuk mempercepat penemuan dan penanganan TBC di Kota Banjar.

 

Target Pemeriksaan Bisa Mencapai 37.500 Warga

 

Keterangan terbaru Pemerintah Kota Banjar menyebutkan, seluruh desa dan kelurahan akan memperoleh alokasi masing-masing 15 lokus pemeriksaan, dengan target 100 peserta pada setiap lokus.

 

Kota Banjar terdiri atas 16 desa dan sembilan kelurahan atau total 25 wilayah administrasi. Apabila setiap wilayah benar-benar memperoleh 15 lokus dan seluruh kuota terisi, pemeriksaan akan dilaksanakan pada 375 lokus dengan sasaran maksimal 37.500 warga. Angka itu merupakan hasil perhitungan dari skema yang diumumkan pemerintah, sebab total keseluruhan peserta belum dituliskan secara eksplisit dalam publikasi resmi.

 

Namun, terdapat angka berbeda yang sebelumnya disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjar, Saepuddin. Dalam keterangan pada 19–20 Juli 2026, ia menyebut layanan akan digelar di 150 lokasi, masing-masing dengan kuota maksimal 100 orang. Skema tersebut berarti sasaran pemeriksaan sekitar 15.000 warga.

 

Belum terdapat penjelasan terbuka apakah perbedaan angka itu menunjukkan perluasan program dari 150 menjadi 375 lokus, atau terdapat perbedaan penggunaan istilah wilayah dan lokus. Karena itu, Dinas Kesehatan Kota Banjar perlu memperjelas target final agar capaian program nantinya dapat diukur secara objektif: apakah 15.000 atau 37.500 pemeriksaan.

 

Layanan rontgen gratis dijadwalkan berlangsung sejak Juli hingga November 2026. Kelompok yang diprioritaskan meliputi warga yang tinggal serumah atau memiliki kontak erat dengan pasien TBC, balita dengan masalah gizi, serta penderita diabetes melitus. Warga cukup membawa KTP dan Kartu Keluarga untuk mengikuti pemeriksaan melalui puskesmas, desa, atau kelurahan sesuai jadwal pelayanan.

 

X-Ray Menyaring, Bukan Menentukan Diagnosis Akhir

 

Wali Kota Banjar Sudarsono menegaskan bahwa investigasi kontak menjadi kunci untuk mempercepat penemuan kasus sekaligus mencegah penularan. Ia meminta organisasi perangkat daerah, unsur kecamatan, organisasi profesi, dan lintas sektor bergerak bersama menuju target eliminasi TBC pada 2030.

 

Penggunaan X-Ray memungkinkan petugas melihat kelainan paru-paru secara cepat, termasuk pada orang yang belum menunjukkan gejala jelas. Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menempatkan rontgen dada sebagai alat penyaringan yang baik untuk TBC paru karena memiliki tingkat ketepatan tinggi dalam mendeteksi kelainan, terutama sebelum gejala muncul.

 

Namun, hasil X-Ray yang menunjukkan kelainan tidak otomatis berarti seseorang positif TBC. Temuan tersebut harus ditindaklanjuti melalui pemeriksaan klinis dan tes diagnostik, termasuk pemeriksaan dahak atau tes cepat molekuler sesuai penilaian tenaga kesehatan. Artinya, ukuran keberhasilan program bukan hanya banyaknya warga yang dirontgen, tetapi juga berapa orang dengan hasil mencurigakan yang menjalani pemeriksaan lanjutan, memulai pengobatan, dan menyelesaikannya hingga tuntas.

 

Data Dinas Kesehatan yang dipublikasikan sebelumnya mencatat 683 penderita TBC telah menjalani pengobatan sepanjang 2025 hingga semester pertama, sedangkan 573 orang dinyatakan sembuh atau menyelesaikan pengobatan. Pada semester pertama 2026, capaian pengobatan disebut belum memenuhi target karena terdapat pasien meninggal, berhenti berobat, atau tidak menjalani evaluasi akhir.

 

Program ini menjadi bagian dari target nasional eliminasi TBC pada 2030. Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2021 mengamanatkan penurunan angka kejadian menjadi 65 kasus per 100.000 penduduk dan angka kematian menjadi enam per 100.000 penduduk.

 

Mesin X-Ray dapat membantu menemukan bayangan mencurigakan di paru-paru. Namun, pekerjaan terpenting dimulai setelah gambar itu muncul: memastikan setiap warga yang terindikasi segera diperiksa, diobati, dan tidak hilang dari pengawasan. Tanpa tindak lanjut tersebut, ribuan hasil rontgen hanya akan menjadi tumpukan gambar—jernih di layar, tetapi kabur dampaknya.

 

(**)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *