BANJAR, media3.id – Sebuah rumah milik Nurwahyudi di RT 06 RW 11, Lingkungan Babakansari, Kelurahan Pataruman, Perum Dobo Blok C, Kota Banjar, hangus terbakar pada Kamis (2/7/2026) sekitar pukul 15.00 WIB. Berkat laporan cepat warga dan respons sigap petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Banjar, kobaran api berhasil dikendalikan sebelum merembet ke rumah-rumah lain di kawasan permukiman.
Saat kejadian, rumah dalam keadaan kosong karena pemiliknya sedang bekerja. Kebakaran pertama kali diketahui ketika anak pemilik rumah hendak masuk ke rumah. Mereka mendapati kepulan asap disertai kobaran api yang diduga berasal dari gudang, lalu berlari keluar rumah dalam kondisi panik untuk meminta pertolongan.
Salah seorang warga, Ading, mengatakan dirinya langsung mengecek ke lokasi setelah melihat anak-anak pemilik rumah berlarian keluar dengan wajah ketakutan. Saat itu, api sudah membesar dan mulai merembet ke bagian tengah rumah.
“Saya melihat anak-anak pemilik rumah berlari keluar sambil ketakutan. Setelah dicek, api sudah membesar dari gudang dan mengeluarkan kepulan asap tebal. Saya langsung memanggil warga sekitar dan melaporkan kejadian ini ke Damkar Kota Banjar,” ujar Ading kepada awak media.
Menurutnya, warga sempat berupaya memadamkan api secara mandiri. Namun, keterbatasan pasokan air membuat upaya tersebut tidak membuahkan hasil sehingga kobaran api terus membesar.
“Saya dan warga lainnya tidak bisa memadamkan karena tidak ada persediaan air,” katanya.
Kepala UPTD Pemadam Kebakaran Kota Banjar, Aam Amijaya, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 15.00 WIB dan langsung mengerahkan dua unit armada beserta personel lengkap ke lokasi kejadian.
“Begitu menerima laporan adanya kebakaran rumah di wilayah Perum Dobo Regency, kami langsung meluncur ke lokasi dengan mengerahkan dua unit armada dan personel lengkap. Fokus utama kami adalah melakukan pemblokiran api agar tidak merembet ke rumah lainnya,” kata Aam.
Ia menjelaskan, berdasarkan informasi awal yang diperoleh petugas, api pertama kali muncul dari area gudang rumah. Kebakaran diketahui saat anak pemilik rumah hendak masuk ke dalam rumah dan melihat api sudah menyala, sementara kedua orang tuanya sedang tidak berada di rumah.
“Pada saat kejadian tidak ada orang di dalam rumah. Kebakaran diketahui ketika anak pemilik rumah hendak masuk ke rumah,” ujarnya.
Petugas membutuhkan waktu sekitar satu jam untuk menjinakkan kobaran api hingga situasi dinyatakan aman. Beruntung, api berhasil dikendalikan sebelum menjalar ke bangunan lain yang berada di sekitar lokasi.
Mengenai penyebab kebakaran, Aam menyebut dugaan sementara mengarah pada korsleting arus listrik. Namun, penyebab pasti masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut.
“Untuk sementara dugaan penyebabnya adalah korsleting listrik. Penyebab pastinya masih dalam proses penyelidikan,” jelasnya.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, sebagian besar bangunan rumah beserta barang-barang di dalamnya mengalami kerusakan akibat amukan si jago merah.
Damkar Kota Banjar mengimbau masyarakat untuk rutin memeriksa instalasi listrik di rumah dan tidak meninggalkan peralatan elektronik yang masih terhubung ke aliran listrik saat rumah ditinggalkan, guna mencegah terjadinya kebakaran serupa.
(Jo)






