Bela Pebrie Ardiansyah secara ‘Berlebihan’, Hotman Paris Kena Semprot Askun Karawang

  • Whatsapp

KARAWANG, Media3.id – Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea kembali memicu kontroversi publik. Kali ini, langkah hukumnya membela Pebrie Ardiansyah, tersangka kasus dugaan korupsi PT Asabri dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), menuai kritik tajam dari sesama rekan seprofesi.

 

Read More

Kekecewaan tidak hanya datang dari warganet, tetapi juga memicu reaksi keras dari Ketua DPD PERADI Kabupaten Karawang, Asep Agustian. Pria yang akrab disapa Askun tersebut secara terang-terangan melayangkan kritik pedas kepada Hotman melalui media sosial.

 

Ketegangan ini bermula saat Hotman Paris menggelar konferensi pers terkait status hukum kliennya. Dalam pernyataannya, Hotman mempermasalahkan prosedur penetapan tersangka terhadap Pebrie Ardiansyah oleh pihak kepolisian.

 

Hotman menyatakan bahwa pihak kepolisian seharusnya meminta izin terlebih dahulu kepada Presiden Prabowo Subianto sebelum menetapkan kliennya sebagai tersangka.

 

Pernyataan tersebut langsung viral dan memicu sentimen negatif di media sosial. Banyak netizen menilai pembelaan yang dilakukan Hotman Paris sudah melampaui batas dan terkesan berlebihan.

 

Kritik paling menohok datang dari praktisi hukum senior Karawang, Asep Agustian. Melalui unggahan status di aplikasi WhatsApp miliknya, Askun memberikan teguran keras yang langsung menarik perhatian kalangan jurnalis dan sesama praktisi hukum.

 

“Ingat ya Hotman!!! Jangan karena loe merasa paling sukses sifatmu berubah menjadi sampah,” tulis Askun dalam status WhatsApp-nya.

 

Sikap konfrontatif dari Askun ini terbilang langka. Selama ini, Ketua PERADI Karawang tersebut dikenal objektif, sehingga kemarahannya yang terbuka terhadap Hotman Paris langsung menjadi sorotan hangat di kalangan penegak hukum. Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Hotman Paris terkait kritik pedas tersebut.

 

Dmn Hr

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *