KARAWANG, Media3.id – Isu liar seputar temuan map bertuliskan “Bupati Karawang” dalam penggeledahan rumah Eks Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, oleh Kejagung RI akhirnya rontok. Spekulasi yang sempat menyudutkan orang nomor satu di Karawang itu dinilai gagal total setelah fakta sebenarnya terungkap ke publik.
Praktisi hukum sekaligus Pengamat Kebijakan, Asep Agustian, SH., MH. (Askun), pasang badan dan menegaskan bahwa tudingan miring sebagian pihak kini sudah terbantahkan secara telak. Map yang disita Kejagung murni dokumen resmi usulan kekurangan 147 Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) untuk wilayah 3T, bukan bukti kongkalikong personal.
Askun meminta pihak-pihak yang sengaja menggoreng isu ini untuk menyudahi drama kecurigaan mereka. Klarifikasi gamblang dari Bupati H. Aep Syaepuloh dianggapnya sebagai pukulan telak bagi pihak yang mencoba melakukan pembunuhan karakter.
“Sudah clean and clear! Pak Bupati turun tangan langsung menjelaskan bahwa itu murni administrasi usulan SPPG untuk ibu hamil dan balita stunting. Jadi, pihak yang mencoba memelintir isu ini demi menyudahi reputasi Bupati, argumennya langsung patah,” cetus Askun dengan nada tinggi, Selasa (9/6/2026).
Menariknya, Ketua PERADI Karawang ini menilai Bupati Aep sebenarnya “terlalu baik” karena mau merespons langsung isu receh tersebut. Menurutnya, urusan teknis seperti itu harusnya cukup diselesaikan di tingkat bawah.
“Secara birokrasi, Bupati tidak perlu turun kelas untuk menjelaskan hal teknis ini. Cukup Sekda H. Asep Aang Rahmatuah atau Ketua Satgas MBG Ridwan Salam yang bicara. Tapi karena Bupati transparan dan ogah publik diberi konsumsi hoaks, beliau sikat sendiri isu itu sampai bersih,” tegasnya.
Terkait pusaran kasus korupsi tata kelola MBG yang menjerat eks Kepala BGN di pusat, Askun memperingatkan masyarakat Karawang untuk tidak bertindak sebagai “hakim jalanan” yang menebar fitnah tanpa dasar hukum.
“Pusat ya pusat, daerah ya daerah. Pegang asas praduga tak bersalah sebelum ada ketukan palu APH (Aparat Penegak Hukum). Jangan sampai ketidaktahuan berujung pada fitnah yang bisa dipidanakan,” ancam Askun.
Ia pun menantang publik yang tidak puas untuk bertarung di ranah adu gagasan, bukan bermain di ruang gelap fitnah berkedok politik.”Kalau mau kritik, kritik yang keras! Saya sendiri paling hobi kritik Bupati kalau kebijakannya melenceng. Tapi kritik yang pakai data, konstruktif, untuk visi Karawang Maju. Bukan kritik pesanan yang isinya cuma fitnah murahan,” pungkas Askun mendikte.
Reporter: Dmn Hr






