Soal Biaya SPMB 2026, Kepala SMAN 2 Cikampek Belum Balas Konfirmasi

  • Whatsapp

KARAWANG, Media3.id — Kepastian mengenai besaran biaya Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2026 di SMAN 2 Cikampek masih menyisakan tanda tanya. Pasalnya, anggaran SPMB yang bersumber dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tersebut diketahui sempat mengalami pasang surut atau naik turun.

Untuk meluruskan simpang siur informasi tersebut, upaya konfirmasi telah dilakukan kepada pihak sekolah. Namun, saat dihubungi melalui pesan WhatsApp pada Jumat (29/5), Kepala Sekolah SMAN 2 Cikampek Drs. H. Unang Suryawan M.Pd belum memberikan jawaban ataupun penjelasan berapa biaya SPMB tahun ini.

Read More

Hingga berita ini diterbitkan, pihak kepala sekolah masih bungkam dan belum merespons pertanyaan yang diajukan oleh wartawan.

Sebelumnya Alokasi Dana BOS untuk seleksi SPMB di tingkat SMA terus menuai perhatian. Grafik anggaran tahunan yang dikucurkan memicu sorotan tajam karena nilainya berfluktuasi drastis dari tahun ke tahun, bahkan sempat mencatatkan lonjakan fantastis hingga lebih dari 123 persen.

Salah satu satuan pendidikan yang mencatatkan pergerakan anggaran SPMB paling dinamis adalah SMA Negeri 2 Cikampek. Berdasarkan data dokumen resmi lembaga negara, realisasi anggaran penerimaan siswa baru di sekolah tersebut terus mengalami pasang surut yang ekstrem dalam kurun waktu enam tahun terakhir (2020–2025).

Pada tahun 2020, SMAN 2 Cikampek menggelontorkan biaya SPMB sebesar Rp77.335.000. Angka ini mengalami kenaikan tipis 1,03 persen pada tahun 2021 menjadi Rp78.135.000. Tren peningkatan mulai berakselerasi signifikan pada tahun 2022, di mana operasional penerimaan siswa baru membengkak 41,81 persen hingga menyentuh Rp110.805.000.

Pemandangan kontras justru terjadi pada tahun 2023. Alokasi dana yang bersumber dari Dana BOS Tahap 1 dan Tahap 2 untuk SPMB di tahun tersebut merosot tajam hingga 77,11 persen, dengan realisasi hanya Rp25.360.000. Angka drop ini menjadi catatan pengeluaran terkecil sepanjang periode pengamatan.

Memasuki tahun 2024, grafik keuangan kembali merangkak naik sebesar 71,31 persen dengan total realisasi mencapai Rp43.445.000. Lonjakan paling tidak wajar terjadi pada tahun 2025, di mana anggaran SPMB melesat menjadi Rp97.193.400, atau melejit hingga 123,72 persen hanya dalam waktu satu tahun.

Sementara itu, untuk tahun anggaran berjalan (2026), besaran nilai yang dialokasikan oleh pihak sekolah masih menjadi teka-teki. Hingga berita ini diturunkan, awak media masih terus berupaya melakukan penelusuran dan menggali informasi lebih lanjut guna mendapatkan rincian biaya SPMB 2026.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak manajemen sekolah mengenai indikator utama yang melandasi ketimpangan ekstrem naik-turunnya anggaran SPMB dari dana BOS tersebut. Fluktuasi turun naik anggaran SPMB menyisakan pertanyaan besar publik mengenai efektivitas dan skema perencanaan tata kelola anggaran tahunan di SMAN 2 Cikampek.

 

Reporter: Dmn Hr

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *