Berdalih Zoom Meeting, Kabid Kesbangpol Karawang Masih Bungkam Soal Dana Hibah Parpol Rp 6,5 Miliar

  • Whatsapp

KARAWANG, Media3.id – Kepala Bidang Politik Dalam Negeri, Kewaspadaan Nasional, Kerjasama Intelijen, dan Penanganan Konflik pada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Karawang, Tika Sartika, mendadak sulit ditemui. Hal ini terjadi saat awak media hendak mengonfirmasi terkait kenaikan drastis dana hibah untuk Partai Politik (Parpol) tahun anggaran 2026.

 

Read More

Kenaikan ini menjadi sorotan tajam lantaran di tengah upaya pemerintah melakukan efisiensi anggaran, dana hibah parpol justru diproyeksikan melonjak hingga Rp 6,5 miliar. Angka ini naik signifikan dibandingkan alokasi sebelumnya yang hanya berada di angka Rp 6,2 miliar.

 

Namun, upaya wartawan untuk mendapatkan penjelasan transparan mengenai urgensi kenaikan anggaran tersebut tidak membuahkan hasil. Saat mendatangi kantor Kesbangpol Karawang, petugas keamanan (security) yang berjaga di pos depan diduga menghalangi awak media dengan alasan pejabat yang bersangkutan sedang sibuk zoom.

 

“Mohon maaf, Ibu Tika Sartika sedang ada zoom meeting, jadi belum bisa ditemui. Nanti saja hari Senin balik lagi ” kata petugas security di pos penjagaan kepada wartawan, Kamis (07/05/26)

 

Dugaan sikap tertutup ini sangat disayangkan. Pasalnya, publik berhak mengetahui alasan logis di balik penambahan anggaran hibah parpol di saat sektor lain mungkin sedang mengalami pengetatan anggaran demi efisiensi daerah.

 

Hingga berita ini dipublikasikan, Tika Sartika belum memberikan pernyataan resmi baik secara langsung maupun melalui sambungan telepon terkait polemik kenaikan dana hibah parpol sebesar Rp 6,5 miliar untuk tahun 2026 tersebut.

 

Sebelumnya Praktisi hukum sekaligus pemerhati kebijakan publik Karawang, Asep Agustian, S.H., M.H., yang biasa disapa Askun menyoroti adanya kenaikan alokasi anggaran hibah parpol untuk tahun 2026 yang dinilainya tidak sejalan dengan semangat efisiensi anggaran daerah. Berdasarkan data yang dihimpun, anggaran hibah parpol yang semula berada di angka Rp6,2 miliar pada tahun 2025, justru melonjak menjadi Rp6,5 miliar pada proyeksi tahun 2026.

 

Adanya kenaikan hibah untuk parpol membuat Askun geram bahkan ia menyebutkan kepala Kesbangpol Karawang gegabah karena yang disaat efesiensi anggaran tapi Kesbangpol Karawang malah menambah anggaran untuk hibah Parpol.

 

“Kalau saya menilai teramat gegabah Kesbangpol ini memberikan hibah untuk parpol itu cukup signifikan. Sementara yang lain di efisiensi. Enggak tahu ini pola pikir kepala Kesbangpol Karawang ini teramat ceroboh dan luar biasa seolah-olah mendewakan kepada parpol wakil rakyat.dia itu menjadi wakil rakyat karena rakyat,” kata Askun, Selasa (05/05/26).

 

“Dia menjadi wakil rakyat duduk disana itu pemilihan atas rakyat. Sementara rakyatnya berteriak karena semua serba naik, lalu para pegawai yang ada di kabupaten Karawang dan se-Indonesia di efisiensi. Dari 6,2 milyar menjadi 6,5 Milyar ini luar biasa naiknya bukanya di efisiensi namanya tapi malah ditambah,” ucapnya.

 

“Apakah ini kepentingannya betul-betul untuk kepentingan parpol? Apakah disitu notabenenya tanda kutip sama saya berbagi kue? Berbagi suara atau ataupun yang lainnya. Nyampa enggak nih kalau memang betul-betul untuk kepentingan rakyat, dan wakil rakyatnya sendiri kenapa menyetujui akan hal ini? Kalau memang wakil rakyat tahu,” ucapnya.

 

Menurut Askun, kenaikan sebesar Rp300 juta tersebut mungkin terlihat kecil bagi skala APBD, namun secara prinsip menunjukkan ketidakpekaan terhadap kondisi ekonomi dan skala prioritas pembangunan di Karawang. Ia mempertanyakan urgensi dan dasar kajian di balik penambahan anggaran tersebut, sementara untuk hibah ormas dan lainnya dipangkas

 

“Kesbangpol ini luar biasa, sementara yang lain dikecilkan. Contoh hibah untuk ormas hanya Rp 120 650.000, lalu pelatihan deteksi dini dan manajemen konflik, pemantauan orang asing/pencegahan dan penanganan konflik sosial hanya Rp 354.565.000 maksudnya apa? Kenapa yang lain di efisiensi tapi yang ini dilanjutkan. Wakil rakyat itu bukan milikmu, uang hibah itu bukan sekarepmu dewek. Mohon untuk dievaluasi kembali,” pungkasnya.

 

Hingga berita ini diturunkan, pihak Kesbangpol Karawang belum memberikan tanggapan resmi terkait kritik dan rincian kenaikan anggaran hibah parpol tahun 2026 tersebut.

 

Reporter: Dmn Hr

Editor: Degum

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *