KARAWANG, Media3.id- Mantan direktur badan usaha milik desa (BUMDes) Desa Kutamakmur, Kecamatan Tirtajaya, Kabupaten Karawang secara terbuka menerangkan soal usaha budidaya ikan lele tahun 2022. Ia mengatakan budidaya ikan lele bersumber dari modal BUMDes bukan dari program ketahanan pangan
Saat ditemui di rumahnya Suminta Mantan direktur BUMDes Desa Kutamakmur yang pernah menjabat selama dua tahun dari tahun 2022 sampai tahun 2023 menjelaskan, bahwa dirinya mengaku dihubungi oleh kepala desa Kutamakmur diminta untuk menjabat direktur BUMDes.
Saat itu kata dia, kepala desa sudah menyediakan modal usaha sebesar 50 juta untuk kegiatan usaha BUMDes diluar anggaran ketahanan pangan sebesar 100 juta. Adapun kegiatan usahanya diserahkan kepada BUMDes
“Ada dana BUMDes 50 juta dan itu didampingi ketahanan pangan 100 juta. Bapak ambil saja yang 50 juta dari BUMDes, kalau ketahanan pangan biar teteh (kades) yang megang,” kata Suminta, Selasa ( 31/03/26) menjelaskan kepada wartawan soal Pertemuannya dengan kepala Desa Kutamakmur. Selasa.
Saat itu Suminta menjelaskan kepada kepala desa yang biasa disapa teteh, ia menjelaskan BUMDes yang ia pimpin berencana bergerak dibidang budidaya ikan lele, itupun kalau emang modalnya 50 juta. Adapun budidaya ikan lelenya bukan dari benih namun dari ikan lele sangkal supaya perputaran uangnya lebih cepat.
Uang yang dijanjikan 50 juta tersebut ternyata tidak diserahkan semua namun hanya sekitar 40 jutaan yang diterima BUMDes dengan dalih ada potongan.
“Ketika dicairkan duit tersebut saya pegang dan itu juga engak pul karena ada potongan. Klau enggak saya pegang empat puluh jutaan,”
Namun setelah uang diterima oleh BUMDes, tidak lama kemudian kepala desa mengadakan musyawarah dengan sejumlah masyarakat di lokasi kolam yang akan dijadikan tempat budidaya ikan lele untuk membentuk ketua setiap kelompok budidaya ikan lele yang masing-masing memegang beberapa kolam. Adapun tujuannya agar masyarakat ada kegiatan dan mendapatkan hasil.
Bahkan kata Suminta, kepala desa Kutamakmur menyampaikan kepada masing-masing kelompok, bila kekurangan biaya bisa minta ke BUMDes karena BUMDes yang akan menampung ikan dari masing-masing kelompok, setelah itu BUMDes jual ikan ke ketahanan pangan yang uangnya masih dipegang oleh kepala desa
“kalau ketika ada kekurangannya mintalah sama BUMDes, nanti BUMDes yang ngepul, dan BUMDes jual ke ketahan pangan yaitu teteh,” kata Suminta mejelaskan soal ucapan kepala desa kepada kelompok budidaya ikan lele yang dibentuknya.
Guna mempercepat kegiatan budidaya ikan lele, Suminta bersama pengurus BUMDes langsung belanja ikan lele sangkal lebih kurang dua ton dua kwintal untuk dibudidayakan di 23 kolam ikan.
“Saya waktu itu belanja ikan sangkal sampai dua ton dua kuintalan perkilonya harganya 22 ribu diperkirakan habis 44 juta. Sedangkan saya megang uang hanya 40 juta. Sebagai bukti pembelian saya otomatis buat kwitansi dikarenakan perjanjian Bu kades itu nanti kalau ada pembelian buktinya bawa ke teteh nanti Ama teteh dibayar.
“Saya sama bendahara datang ke rumah kepala desa menunjukkan bukti pembelian ikan lele namu tidak dibayar dengan alasan nanti dan nanti padahal uang tersebut akan digunakan untuk membeli pakan lele,” jelasnya.
Karena butuh pakan untuk ikan lele akhirnya Suminta menggunakan uang pribadi membeli pakan lele berupa sosis sebanyak dua ton dengan harga 6 juta diluar ongkos. Namun yang terjadi kepala desa hanya ngasih 4 juta. Guna menutupi kekurangan-kekurangan uang, Suminta menggadaikan motor miliknya.
“Sampai saya menggadaikan motor untuk nombokin masalah pakan,” jelasnya
Karena tak kunjung bayar, akhirnya Suminta meminta bantuan kepada pendamping lokal desa (PLD) Suharta menagih ke sekdes namun saat itu sekdes hanya ngasih 15 juta. uang tersebut dimanfaatkan untuk membeli mesin pelet guna menghemat biaya beli pakan
Namun saat akan penan kena bencana banjir akhir tahun 2022 dan ikan yang ada di kolam yang jumlahnya puluhan ribu pada kabur sehingga gagal panen.
Iapun kembali menjelaskan bahwa budidaya ikan lele merupakan kegiatan usaha BUMDes yang hasilnya akan dibeli oleh program ketahanan pangan.
“Sedangkan tentang ketahanan pangan saya tidak tahu menahu karena dia bicara nanti hasil BUMDes dibeli oleh ketahanan pangan. Jadi soal budidaya ikan lele murni usaha BUMDes.,” pungkasnya.
Reporter: Dmn Hr






