JOGJA (DIY), media3.id – Pasar Terban telah selesai direvitalisasi dan sedang dalam proses pemindahan sekitar 490 pedagang untuk menempati bangunan baru pada Desember 2025. Bangunan baru ini merupakan pasar modern tiga lantai dengan konsep arsitektur Jawa yang ramah lingkungan, serta akan dioperasikan sebagai pasar ayam higienis pertama di Indonesia setelah proses pemindahan keseluruhan pedagang selesai dilaksanakan.
“Lantai dasar untuk pasar rakyat dan unggas, ayam hidup. Kemudian lantai dua untuk pedagang kaki lima dari Kemantren Gondokusuman dan pedagang buku, serta lantai tiga untuk food court dan meeting point”, terang Walikota Jogja Hasto Wardoyo, saat mendampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti, Juli silam.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta Veronica Ambar Ismuwardani mengatakan pekerjaan fisik revitalisasi Pasar Terban yang dilakukan pemerintah pusat telah selesai dibangun. Dinas Perdagangan sudah menerima provisional hand over (PHO) atau serah terima sementara hasil pekerjaan konstruksi ke pemilik.
“PHO sudah kita terima, tapi kan tidak serta-merta itu langsung bisa digunakan. Kita masih nunggu juga sertifikasi layak fungsinya, SLF-nya. Nah, ini juga sudah berproses. Kita juga sudah berkoordinasi dengan para pedagang dan mereka siap untuk ditata kembali ke bangunan baru”, ungkap Vero, Jumat (14/11/2025).
“Pedagang sudah kita ajak ke lokasi (bangunan baru Pasar Terban) juga untuk melihat masukan dan saran dari mereka itu seperti apa supaya penempatan-penempatan nanti semuanya sudah ready. Kalau pedagang sudah siap mau masuk. Ada sejumlah 490 pedagang. Jumlah itu terdiri dari pedagang Pasar Terban yang sudah ada, seperti pedagang ayam dan sejumlah pedagang kaki lima di Gondokusuman seperti permak jeans dan buku”, lanjut Vero.
Seorang pedagang Pasar Terban mengatakan penempatan kembali pedagang ke Pasar Terban yang baru akan dilakukan dengan cara pengundian.
Terkait naik kelasnya Pasar Terban ke Kelas 1, yang semula Kelas 4, juga akan berubah besaran retribusinya. Mantan Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Terban, Margono, mengatakan perlunya pemerintah Kota Jogja melakukan sosialisasi kepada para pedagang.
“Pasar terban yang baru kelasnya akan jadi kelas satu dari sebelumnya kelas empat. Makanya harus cepat disosialisasikan soal retribusi. Kami siap kok menyesuaikan”, ucapnya.• (Shaleh Rudianto media3)






