KARAWANG, Media3.id – Berdasarkan data yang dirilis oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI tahun 2025, sebanyak 66.192 peserta didik di Provinsi Jawa Barat tercatat putus sekolah, 133.481 peserta didik di Provinsi Jawa Barat lulus SMP/MTs namun tidak melanjutkan dan 295.530 orang belum pernah bersekolah (BPB).
Dalam rangka pencegahan anak putus sekolah, Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat berusaha mewujudkan amanat Undang Undang Sistem Pendidikan Nasional untuk melaksanakan kewajiban memberikan layanan dan kemudahan, serta menjamin terselenggaranya pendidikan yang bermutu bagi setiap warga negara tanpa diskriminasi.
Hal itu dibuktikan dengan Surat KEPUTUSAN GUBERNUR JAWA BARAT NOMOR 463.1/Kep.323-Disdik/2025 TENTANG PETUNJUK TEKNIS PENCEGAHAN ANAK PUTUS SEKOLAH KE JENJANG PENDIDIKAN MENENGAH DI PROVINSI JAWA BARAT.
Dalam rangka penyelenggaraan Pencegahan anak Putus Sekolah (PAPS) ke jenjang Pendidikan menengah tingkat Provinsi Jawa Barat, dinas pendidikan membentuk tim pelaksana PAPS ke jenjang Pendidikan menengah paling sedikit terdiri atas penanggung jawab, ketua, sekretaris, seksi serta menetapkan tugas pokok dan fungsi. dan dapat bekerja sama dengan unsur pemerintahan lainnya.
Namun yang terjadi di SMKN 1 Rengasdengklok, Kecamatan Rengasdengklok Kabupaten Karawang, diduga dalam pelaksanaan program PAPS tidak bekerjasama dengan pemerintahan desa Amansari karena hingga berakhir PAPS, tidak ada panitia atau guru dari sekolah datang ke desa untuk meminta informasi anak yang terancam putus sekolah.
Hal itu disampaikan Kasi Pemerintahan Desa Amansari, Yayan kepada wartawan. Yayan mengaku tidak ada pihak sekolah atau panitia Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMKN 1 Rengasdengklok datang ke desa untuk mencari informasi anak yang terancam putus sekolah.
“Sampai saat ini belum ada. Kalaupun ada dari SMKN pastinya akan menemui saya. Karena yang menjembatani anak yang masuk ke situ (SMKN 1 Rengasdengklok) tidak terakomodir saya yang menjembatani,” kata Yayan beberapa waktu lalu.
Namun saat di konfirmasi ke salah satu panitia SPMB 2025 SMKN 1 Rengasdengklok Idiyana dalam penyampaiannya enggan di rekam dan enggan dipublikasikan di media.
Reporter: D H






