Pelantikan Pengurus BPC HIPMI Kota Cimahi Periode 2025-2028, Adhitia Yudisthira Harapkan Sinergi Konkret Untuk Pembangunan Kota

  • Whatsapp

Ketua HIPMI Jabar Radityo Egi Pratama (tengah kiri) bersama Aria Putra Perdana (tengah kanan) didampingi Wakil Walikota Cimahi Adhitia Yudisthira (batik) dan Ketua BPC HIPMI Kota Cimahi periode 2022-2025 M Firaldi Akbar (kiri) saat memperlihatkan fakta integritas yang sudah ditandatangani

CIMAHI, Media3.id – Sebanyak 88 orang pengurus Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Cimahi periode 2025-2028, dengan Aria Putra Perdana sebagai Ketuanya, resmi dilantik dan dikukuhkan oleh Ketua HIPMI Jawa Barat Radityo Egi Pratama.

Read More

Acara tersebut berlangsung di Gedung R. Harsoyo, Setiamanah, Cimahi Tengah, Sabtu (14/6/2025).

 

Pelantikan Pengurus BPC HIPMI Kota Cimahi dihadiri oleh Wakil Walikota Cimahi Adhitia Yudisthira, Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Dadang Arif Abdurahman, Wakil Ketua II DPRD Kota Cimahi Agung Yudaswara, anggota DPRD Kota Cimahi Setyady Abdul Rachman, Ketua DPD PAN Kota Cimahi H. Hidayat, Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Cimahi Dedi, Sekretaris Komisi III DPRD Kota Cimahi H. Barkah Setiawan, anggota DPRD Kota Cimahi Mochamad Dani Daniswara, dan para tamu undangan lainnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Cimahi Wahyu Widyatmoko turut hadir dalam acara Gala Dinner.

Pelantikan Pengurus BPC HIPMI Kota Cimahi Periode 2025-2028 dihadiri Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Dadang Arif Abdurahman (batik biru)

Wakil Walikota Cimahi Adhitia Yudisthira yang hadir dalam acara tersebut, menyampaikan apresiasinya terhadap pelantikan pengurus BPC HIPMI Kota Cimahi. Ia berharap HIPMI dapat menjadi mitra pemerintah kota dalam membangun perekonomian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

 

“Saya berharap HIPMI tidak hanya sekedar mengukuhkan struktural organisasi, tetapi juga membentuk sebuah ekosistem usaha. Ekosistem usaha yang tentunya dapat membantu Pemerintah Kota Cimahi dalam menyelesaikan problem-problem yang berkaitan dengan perekonomian di Kota Cimahi, baik itu soal pengangguran maupun soal kewirausahaan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Adhitia.

 

Ia menekankan pentingnya sinergi antara HIPMI dan Pemerintah Kota Cimahi untuk mencapai tujuan bersama.

 

“Karena pada dasarnya HIPMI terdiri dari para pengusaha, maka dengan adanya komunikasi dan koordinasi yang baik antara HIPMI dan pemerintah kota, diharapkan dapat tercipta sinergi yang konkret. Jadi, jangan cuma sekedar menjadi tataran wacana di atas meja, tetapi menjadi sebuah kerjaan yang tentunya bermanfaat bagi pembangunan Kota Cimahi,” terang Adhitia.

Ketua HIPMI Jawa Barat Radityo Egi Pratama (kiri) menyerahkan bendera pataka HIPMI Kota Cimahi kepada Ketua BPC HIPMI Kota Cimahi Aria Putra Perdana (kanan)_atas

Menurutnya, sejauh ini sepak terjang HIPMI di Kota Cimahi jatuh bangun, dan ia menilai hari ini HIPMI Cimahi luar biasa. Pasalnya, HIPMI Cimahi sekarang Naik Kelas dengan komposisi pengurus sampai 88 orang.

 

“Tentunya ini adalah sebuah tenaga dan spirit baru, juga menjadi energi, makanya saya rela datang dan hadir di acara pengukuhan maupun gala diner nya, karena saya merasa bahagia hari ini HIPMI di Kota Cimahi bisa Naik Kelas,” ungkapnya.

 

Adhitia juga menyampaikan beberapa gagasan yang dapat dikolaborasikan dengan HIPMI, antara lain yang pertama, pemanfaatan aset-aset milik Pemerintah Kota Cimahi yang idle, seperti BITC dan CTP.

 

“Kita juga punya beberapa pasar milik Kota Cimahi, yang siapa tahu bisa dikerjasamakan dengan HIPMI, daripada kita terus menerus konsentrasi menggunakan program yang bersumber dari APBD, yang akhirnya tidak optimal juga tidak maksimal hasilnya,” ulasnya.

 

Yang kedua, mengenai scale up UMKM yang merupakan bagian dari program prioritas kepemimpinan Walikota Cimahi Ngatiyana bersama dirinya, yaitu ingin melakukan seribu UMKM Naik Kelas.

 

“Naik Kelas UMKM ini sistemnya harus menggunakan sebuah sistem inkubasi. Kalau inkubasi infrastruktur, inkubatornya harus ada. Dan saya mencanangkan Pasar Atas menjadi pusat inkubasi UMKM. UMKM adalah usaha Mikro, Kecil dan Menengah, dan disitu ada parameternya, mikro berapa, kecil berapa, menengah berapa. Jadi, kalau disebut scale up Naik Kelas, berarti dari mikro ke kecil, dari kecil ke menengah,” papar Adhitia.

 

Tolak ukurnya harus ada, datanya pun harus ada pula.

 

“Selama ini kalau saya perhatikan, pelatihan sering, seminar sering, bootcamp juga sering, tapi kita tidak bisa menjamah dan memastikan berapa sebenarnya yang sudah Naik Kelas di Kota Cimahi. Harapannya, ini bisa jalan bareng sama temen-temen HIPMI, khususnya di BPC HIPMI Kota Cimahi,” jelasnya.

 

Yang terakhir, lanjut Adhitia, penyiapan 10.000 SDM siap kerja.

 

“Yang diharapkan terjadi sebuah kesinambungan antara HIPMI dengan Pemerintah Kota Cimahi untuk membantu kami dalam menyelesaikan janji politik yang sudah kami tuangkan di dalam visi dan misi serta program-program,” pungkasnya.

 

Begitu pula diungkapkan oleh Ketua BPC HIPMI Kota Cimahi Aria Putra Perdana, bahwa dengan adanya Pelantikan ini diharapkan dapat membawa dampak positif bagi perekonomian dan masyarakat Kota Cimahi melalui sinergi antara HIPMI dan pemerintah kota.

“Dengan kepengurusan yang baru ini, saya harap HIPMI Kota Cimahi dapat lebih aktif lagi dalam menggali potensi-potensi ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, melalui sinergi antara pengusaha muda dan pemerintah kota,” ucap Aria.

 

Sebagai ketua umum terpilih, Aria berkomitmen untuk membawa HIPMI Kota Cimahi ke arah yang lebih baik dan meningkatkan kolaborasi antara anggota HIPMI.

 

“Dengan komitmen dan semangat baru, pengurus BPC HIPMI Kota Cimahi siap bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mencapai tujuan bersama,” tuturnya.

 

Aria menjelaskan bahwa kepengurusan HIPMI saat ini memang besar dan terdiri dari 88 pengusaha. Dan fokusnya adalah meningkatkan nasionalisme dari para pengurus ini.

 

“Dengan potensi kepengurusan yang besar dan usaha yang sudah berkembang, HIPMI Kota Cimahi berfokus pada peningkatan nasionalisme para pengurus, sehingga mereka dapat berkontribusi pada peningkatan pendapatan dan penciptaan lapangan kerja bagi warga Cimahi,” terangnya.

 

Menurut data yang ada, potensi besar pengurus HIPMI Cimahi terlihat dari omzet yang mencapai kisaran Rp10 miliar hingga Rp100 miliar.

 

“Setelah kami melakukan verifikasi data, banyak pengurus yang memiliki omzet dalam kisaran tersebut. Jika digabungkan, potensi ini sangat besar. Oleh karena itu, kita perlu mencari cara untuk mengembangkan potensi mereka lebih besar lagi,” tambahnya.

 

Lebih lanjut Aria menerangkan, bahwa HIPMI Kota Cimahi memiliki kurikulum dari ketua sebelumnya, yaitu “Bangkit, Maju, dan Berkibar”.

 

“Bangkit itu, bagaimana si pengusaha ini memiliki pendapatan 20 juta per bulan. Maju itu 50 juta dan Berkibar itu 100 juta. Nah, jadi kita akan memfilterisasi mana nih pengusaha yang sudah 20, 50, atau 100. Kalau yang 20 kita push, kita bantu keroyokan biar jadi 50. Yang 50 kita push lagi biar jadi 100, seperti itu. Memang itu seperti hayalan, tapi saya adalah bukti nyata dari program tersebut,” jelasnya.

 

Ia pun menyebutkan beberapa program kerja ke depan untuk mendukung kemajuan anggota HIPMI.

 

“Dalam 100 hari pertama kepengurusan, saya berencana untuk membentuk sekretariat HIPMI, kemudian membuka kelas untuk anggota-anggota HIPMI, menyediakan program funding untuk menggenjot permodalan, membantu anggota HIPMI secara monitoring dan pemasaran, dan masih banyak program lainnya,” cetus Aria.

 

Aria optimis bisa membawa HIPMI Cimahi ke arah yang lebih baik.

 

“Saya optimis karena berHIPMI dari tahun 2016, jadi soal kecintaan terhadap HIPMI tidak usah diragukan. Dan tidak mungkin saya pun meninggalkan HIPMI, pasti saya ingin yang terbaik buat HIPMI, apalagi HIPMI Kota Cimahi,” tandasnya.

(Sinta)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *