Wali Kota Depok Lepas Keberangkatan 100 Siswa Ikuti Pembinaan Karakter Di Barak Militer

  • Whatsapp

DEPOK (Jawa Barat), media3.id – Barak militer milik Batalyon 328 /Kostrad Cilodong, menjadi saksi pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kota Depok untuk ditempa dalam mendapatkan pendidikan, pembinaan dan pelatihan karakter bela negara selama sepuluh hari.

Melalui pembinaan ini diharapkan menjadi solusi terakhir yang dilakukan oleh pemerintah Kota Depok, sebagai wujud perhatian dalam upaya menjaga anak bangsa dari hal negatif yang ditimbulkan oleh para siswa yang bermasalah di Kota Depok.

Read More

Mengadopsi program Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang sebelumnya telah melaksanakan program ini di Purwakarta, dalam menjalankan program ini Pemerintah Kota Depok berkolaborasi dengan melibatkan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol), Dinas Pendidikan, Kodim 0508/Depok, serta Batalyon 328 Cilodong, dengan menggunakan anggaran APBD.

Bertempat di lapangan Balaikota Depok, Jalan Raya Margonda, Pancoran Mas, Kota Depok, 100 siswa SMP dengan komposisi jumlah peserta 75 orang siswa laki-laki dan 25 siswi perempuan, dari berbagai sekolah di Kota Depok, secara resmi gelombang pertama diberangkatkan oleh Wali Kota Depok Supian Suri untuk mengikuti pelatihan pembinaan karakter dan bela negara selama 10 hari di Barak Militer Batalyon 328/Kostrad Cilodong, Sabtu (31/5/2025).

Wali Kota Depok Supian Suri menekankan pentingnya menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, nasionalisme, dan tanggungjawab sosial sejak dini.

“Kami ingin menjadi bagian dari para orang tua dalam membentuk karakter anak-anak yang peduli terhadap bangsa dan pembangunan, dengan landasan semangat nasionalisme dan kedisiplinan,” ungkap Supian Suri.

Lebih lanjut, ia juga menegaskan bahwa hal ini atas dasar komitmen bersama, dari orang tua siswa, dan siswa itu sendiri. “Karena kita juga tidak mungkin memaksakan kalau ada anaknya mau, tapi orangtuanya tidak mau, atau sebaliknya orangtuanya mendaftar, tapi anaknya tidak mau,” tandasnya.

Dalam pelaksanaannya, para siswa yang dianggap bermasalah ini akan mengikuti program pelatihan selama 10 hari kedepan dengan rincian meliputi:

Materi Pelatihan Utama
• Kedisiplinan dan pembinaan fisik oleh personel militer Batalyon 328/Kostrad
• Wawasan kebangsaan oleh narasumber dari Bakesbangpol dan instansi terkait
• Pembinaan karakter dan nilai moral dari Dinas Pendidikan Kota Depok

Bentuk Implementasi Regulasi Pembinaan Generasi Muda
Program ini dilaksanakan dengan mengacu pada sejumlah landasan hukum nasional yang mendukung pembinaan karakter dan bela negara, di antaranya:

Landasan Hukum Terkait Program Pembinaan Karakter dan Bela Negara
• Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah: Memberikan kewenangan kepada pemerintah daerah untuk membina generasi muda.
• Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional: Pasal 3 menekankan pentingnya pendidikan yang berkarakter.
• Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter (PPK): Menjadi dasar hukum integrasi pendidikan karakter dalam sistem pendidikan nasional.
• Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2018 tentang Rencana Aksi Nasional Bela Negara: Mendorong partisipasi aktif warga negara, termasuk pelajar, dalam bela negara.

Upaya Strategis Pemkot Depok Bentuk Generasi Tangguh

Program pembinaan karakter ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Depok dalam mendukung terbentuknya generasi muda yang berintegritas, cinta tanah air, dan tangguh menghadapi tantangan global. Hal ini juga sejalan dengan visi pembangunan karakter yang tengah digalakkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Selain aspek fisik dan mental, kegiatan ini diharapkan memperkuat sinergi antara sekolah, keluarga, dan institusi negara dalam mendidik generasi penerus bangsa.

Optimalkan Pendidikan Karakter dan Bela Negara untuk Masa Depan Bangsa
Dengan pendekatan holistik dan kolaboratif, Pemerintah Kota Depok berupaya menciptakan lingkungan pembelajaran yang tidak hanya mengedepankan akademik, tetapi juga nilai karakter, bela negara, dan kecintaan terhadap Pancasila. Program ini menjadi contoh konkret integrasi antara dunia pendidikan dan militer dalam pembentukan karakter generasi muda.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *