DEPOK (Jawa Barat), media3.id – Dalam rotasi dan mutasinya, Wali Kota Depok Supian Suri menempatkan satu orang perempuan berlatar belakang Non Islam (Nonis) yang ditunjuk menjabat Camat, di Kecamatan Sukmajaya.
Ini adalah terobosan baru yang mencerminkan bentuk dari multikultural dan toleransinya masyarakat kota Depok, termasuk dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, di masa kepemimpinan Supian Suri. Nama tersebut adalah Cristine Desima Arthauli. Christine adalah salah satu dari 97 pejabat yang ada dalam daftar rotasi dan mutasi pertama di era kepemimpinan Supian Suri.
“Kami meyakini dalam kepemimpinannya, ia akan cepat beradaptasi dan pasti tidak akan kalah dengan yang lain. Karena, saya tahu masyarakat Sukmajaya itu masyarakat yang modern, masyarakat yang maju, jadi tidak lagi hanya gara-gara istilah minoritas, orang tidak dapat melayani warga masyarakat Kota Depok,” ujar Supian Suri, Senin (27/5/2025), di Ruang Teratai Gedung Balaikota Depok, Jalan Raya Margonda Pancoran Mas Kota Depok.
Ia juga menegaskan bahwa keberagaman bukan penghalang dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Christine sendiri adalah alumni Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN), dan ia mengaku siap ditempatkan di mana saja demi mengabdi kepada masyarakat.

Saat diwawancarai oleh awak media, Christine Desima Arthauli menyampaikan bahwa ia sangat antusias dalam menyambut tugas dan amanah serta kepercayaan yang telah diberikan kepadanya.
“Saya mengucapkan terimakasih kepada pak Wali (Wali Kota – Red) dan pak Wakil atas kepercayaannya, dengan menempatkan saya untuk melayani masyarakat Sukmajaya. Sebagai alumni sekolah pamong, saya tidak akan mengecewakan atas amanah yang diberikan. Saya juga harus belajar cepat, belajar cerdas, agar hal-hal yang menjadi Pekerjaan Rumah (PR) di Kecamatan Sukmajaya, bisa segera disolusikan,” jelasnya penuh semangat.
Ia juga meyakini bahwa warga Sukmajaya adalah masyarakat yang modern, guyub, dan cerdas. Dengan melalui kepemimpinannya kedepan, Christine akan mengajak masyarakat Sukmajaya untuk berlari lebih cepat, dibandingkan kecamatan lain.
“Dengan kondisi masyarakat Sukmajaya yang majemuk, tentunya itu bukan satu halangan melainkan satu peluang untuk bisa saling merangkul, bahu membahu, memajukan ekonomi kreatif Kota Depok. Hal ini selaras dimana latar belakang saya adalah budaya pariwisata, dan ekonomi kreatif, yang mudah-mudahan hal itu bisa diimplemntasikan dalam kepemimpinan saya di Kecamatan Sukmajaya,” tandasnya.
Sebagai tahap awal, ia pun merencanakan akan melakukan blusukan, untuk sekedar mendengar langsung terkait apa yang menjadi keluhan dari masyarakat Sukmajaya.






