Butuh uluran tangan para donatur
Kota Banjar, Media3.id – Miris Rumah milik Siti Sulastri (40), warga Desa Balokang, Kota Banjar, hampir ambruk. Bilik bambu bolong, atap bocor, dan lantai nyaris tak layak diinjak. Selasa, (6/05/2025).
Meski kondisi sudah dilaporkan ke pemerintah desa, bantuan tak kunjung datang. Desa pun mengaku tak bisa berbuat banyak.
“Saya berharap semoga pemerintah melalui Baznas atau Pemerintah Kota bisa memperhatikan rumah ini bisa roboh sewaktu-waktu,” kata Siti kepada Media3.id.
Sementara itu terpisah Kepala Desa Balokang Idis menuturkan, bahwa pemerintah desa sedang tidak ada anggaran alokasi bedah rumah. Kemudian diajukan ke Baznas agar bisa mendapat bantuan bedah rumah.

“Sudah dimasukkan usulan proposal ke Baznas dari bulan kemarin.” Tandas idis.
Siti menempati rumah tersebut bersama tiga anaknya. Sementara sang suami kerja serabutan di Jakarta dan pulangnya 4 bulan sekali.
“Setiap hujan saya dan anak saya tidak bisa tidur pulas, karna takut rumah ambruk dan atap pun bocor banjir.” Katanya seraya bersedih.

Terpisah Ketua Baznas Kota Banjar Abdul Kohar menjelaskan bahwa setiap pengajuan bantuan harus melewati proses verifikasi lapangan.
“Proposal yang masuk diverifikasi dulu. Kita lihat kerusakan rumahnya seperti apa. Bantuan disalurkan sesuai jadwal yang sudah ditetapkan,” ujar Kohar.
Baznas, lanjut Kohar, hanya bisa bantu maksimal 10 rumah per Kecamatan. Satu rumah akan dapat bantuan Rp 10 juta jika dinyatakan layak.
“Kalau rumahnya berdinding bambu, lantai tanah, dan atap seadanya, itu jadi prioritas. Tapi tetap diverifikasi dulu,” jelasnya.
(Dg)






