DEPOK (Jawa Barat), media3.id – Memperingati hari jadi Kota Depok yang ke-26 tahun, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Depok menggelar rapat paripurna istimewa, peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Depok di ruang rapat paripurna DPRD Kota Depok, Komplek Perkantoran Grand Depok City, Kalimulya Kecamatan Cilodong Kota Depok, Jumat (25/4/2024), yang dipimpin secara langsung oleh Ketua DPRD Kota Depok Ade Supriatna.
Agenda rapat paripurna istimewa yang sediannya dihadiri oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, namun pada pelaksanaannya Dedi Mulyadi berhalangan hadir dan diwakili oleh Asisten Daerah Administrasi Umum Provinsi Jawa Barat Kusmana Hartadji.
Setelah sebelumnya Wali Kota Depok Supian Suri melakukan tabur bunga di taman makam pahlawan Kalimulya Kecamatan Cilodong, dalam rapat paripurna istimewa ini, ia melalui sambutannya, menyampaikan beberapa rangkaian acara dalam rangka memeriahkan HUT Ke-26 Kota Depok, di hari ini Jumat 25 April 2025, diantaranya adalah tasyakuran di Masjid Agung Baitul Amal, kemudian pada malam harinya akan ada panggung hiburan dan Bazaar Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang berlokasi di Depok Open Space (DOS) yang menampilkan artis terkenal seperti Charli Van Houten, Sule, bersama artis pendukung lainnya
Selain itu, Supian Suri juga menyampaikan bahwa sebagai bentuk apresiasi pemerintah kepada masyarakat, dihari ulang tahun Depok ini ada penghapusan Pajak Bumi dan Bangungan (PBB), yang Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) nya dibawah nilai seratus juta.

Kemudian ada pula program satu hari tepatnya di hari Sabtu setiap awal bulan, dua alun-alun Kota Depok, baik di alun-alun Timur, maupun Barat, akan dikhususkan bagi para lansia untuk bisa berkumpul dengan mengikuti berbagai kegiatan. Dengan memberikan ruang bagi para lanjut usia sebagai wujud perhatian dan kecintaan pemerintah kota Depok kepada para orangtua. “Langkah ini untuk membahagiakan mereka, dimana nantinya juga akan kita fasilitasi dengan pengecekan kesehatan, kemudian juga kita akan siapkan makanan kecil atau sekedar rebus-rebusan. Hal ini sesuai dengan program dari pemerintah provinsi Jawa Barat melalui program “Depok Sayang Emak,” ungkapnya.
Untuk selanjutnya, masih kata Supian, pada awal bulan Mei, akan ada Car Free Day, yang akan digelar di Jalan Raya Margonda, tepatnya di depan Gedung Balaikota Depok, sampai jalan Juanda.
Namun demikian, ia memohon dukungan kepada pemerintah provinsi Jawa Barat atas keterbatasan yang dimiliki pemerintah Kota Depok, terkait anggaran, atau pun program sebagai upaya wujudkan dan menjawab apa yang menjadi kegelisahan Masyarakat khususnya terkait dengan masalah yang ada di Kota Depok. “Begitu juga dengan pemerintah pusat yang dalam hal ini melalui DPR RI, kami mohon dukungan Mohon doanya mudah-mudahan makin banyak program yang digulirkan untuk Kota Depok makin cepat kita berlari sehingga makin cepat kita menjawab apa yang menjadi harapan-harapan masyarakat kota Depok itu”, papar Supian Suri.
Mewakili Gubernur Provinsi Jawa Barat yang berhalangan hadir, dalam agenda rapat paripurna istimewa tersebut, Kusmana menyampaikan bahwa di usia yang ke-26 tahun ini, Depok bukan lagi kota yang sedang mencari identitas, tapi Depok sudah menjadi rumah dari banyak cerita. Kota ini tidak hanya kota yang dihuni oleh beton dan kendaraan, tapi oleh harapan, perjuangan dan kebersamaan. “Kota bukan soal gedung, bukan soal lalu lintas. kota itu tentang Apakah rakyat Merasa punya tempat untuk hidup, merasa dihargai”, katanya.
Ia juga menyoroti sejumlah isu yang baru-baru ini hangat dibicarakan terkait kependudukan yang tak terbatas dimana masih banyak warga yang tidak memiliki Dokumen, kemudian mengakibatkan konflik lahan yang berujung insiden pembakaran kendaraan polisi. “Bukan soal hukum saja ini soal rasa kebersamaan yang retak maka alasan dari Gubernur sangat jelas pertama proses hukum berjalan tapi anak-anak dan keluarga terdampak harus tetap dilindungi secara kemanusiaan,” katanya.
Ia juga menyampaikan terkait pendataan penduduk yang harus segera dibereskan. “Tidak boleh ada warga yang tidak terdata. Kota Depok harus menghadirkan rasa keadilan dan ruang untuk berbaur bukan saling menjauh,” tandasnya.
Kusmana juga menyampaikan amanat atas titipan dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kepada pemerintah Kota Depok, agar bisa membangun kota ini dengan menggunakan rasa, rasa tanggung jawab, rasa hormat, dan rasa cinta.
Dengan mengusung tema ‘Bersama Depok Maju ‘, selain pemotongan tumpang sebagai ungkapan rasa syukur, dalam rapat paripurna istimewa ini juga diwarnai dengan pembacaan sejarah singkat Kota Depok oleh atlet arung jeram kota Depok Cindy Rashikhah Febrianti dan atlet dayung Kota Depok Rusdiansyah yang telah meraih berbagai penghargaan diberbagai ajang, baik nasional, maupun internasional. Hal ini seiring dengan akan digelarnya Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) yang akan digelar di Jawa Barat, dimana Kota Depok, Kota Bogor dan Kota Bekasi, akan bertindak sebagai tuan rumah.






