BANJAR, MEDIA3.ID – Karpet di Masjid Baiturrahim yang terletak di komplek perkantoran Purwaharja, Kota Banjar, kini dalam kondisi rusak dan tidak layak digunakan. Karpet yang sudah lama terpasang sejak masjid berdiri lebih dari sepuluh tahun yang lalu itu kini tampak kotor dan seringkali menempelkan debu ke celana atau sarung jemaah yang sedang melaksanakan ibadah.
Kondisi karpet yang sudah banyak mengalami kerusakan tersebut mengganggu kenyamanan para jemaah yang datang untuk melaksanakan ibadah, terutama saat melaksanakan salat berjemaah. Selain debu yang menempel, karpet yang sudah lama juga memberikan kesan kumuh bagi pengunjung masjid.
“Karpet masjid ini sudah lama tidak diganti, sejak masjid ini dibangun lebih dari sepuluh tahun yang lalu. Keadaannya semakin rusak, dan kotoran sering menempel di karpet, yang tentu saja mengganggu kenyamanan jemaah,” ujar Prapto salah seorang jemaah, Jumat (7/3/2025).
Sementara itu, Kepala Dinas KUKMP Kota Banjar, Sri Sobariah, mengatakan bahwa sudah ada usulan pembelian karpet baru kepada pihak Baznas untuk mengatasi permasalahan tersebut.
“Usulan pembelian karpet baru sudah kami ajukan kepada Baznas. Saat ini, kami tinggal menunggu proses pencairan anggaran untuk segera membeli karpet yang baru,” ujarnya.
Sri Sobariah juga menjelaskan bahwa pencairan anggaran tersebut diharapkan bisa segera terealisasi dalam waktu dekat.
Meskipun begitu, para jemaah di Masjid Baiturrahim mengaku cukup sabar dengan kondisi yang ada. Mereka berharap segera ada perubahan, terutama untuk menciptakan suasana yang lebih nyaman saat beribadah.
Seiring dengan usulan yang telah diajukan, para pengurus masjid dan warga setempat berharap agar penggantian karpet segera terlaksana. Pembelian karpet yang baru diharapkan dapat memberikan kenyamanan dan kebersihan yang lebih baik bagi seluruh jemaah yang datang ke masjid.
Masjid Baiturrahim yang sudah menjadi tempat ibadah bagi warga lingkungan perkantoran Purwaharja ini berharap dengan adanya pembaruan, masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah yang lebih nyaman, tetapi juga menjadi simbol kebersihan dan ketertiban bagi lingkungan sekitar.
(Mugi)






