DEPOK (Jawa Barat), media3.id – Dalam pelaksanaan tugas dilapangan, personel Satuan Pengamanan atau yang lebih dikenal dengan sebutan Satpam, dituntut harus fleksibel dalam menjalankan perannya sebagai pengamanan. Bukan hanya itu, keluwesan dan kesiagaan menjadi salah satu skill yang harus dimiliki oleh setiap personel Satpam, disamping fisik yang menunjang, ilmu beladiri, serta kesamaptaan.
Demikian juga yang harus dimiliki oleh Satuan Pengamanan yang ada di sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat atau Daerah yang disebut dengan Pamdal (Pengamanan Dalam), dimana yang dilakukan Pamdal adalah, menjaga salahsatu objek vital milik pemerintah, dalam hal ini pemeritah daerah.
Hal ini diakui oleh Sukardi dan Deden yang bertugas di Pamdal sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Depok, yang berbagi pengalaman, suka dan duka selama ia menjadi personel Pamdal.
Ditemui di pos tempatnya berjaga, Komplek Perkantoran Grand Depok City, Kalimulya, Kecamatan Cilodong, Kota Depok, Jumat (21/2/2025), ia menuturkan bahwa ada pengalaman suka dan duka, yang ia alami selama kurang lebih hampir 8 tahun bertugas. “Kalau dibilang suka dan duka, alhamdulillah sampai saat ini lebih banyak suka nya. Kalau dukanya sih sedikit. Tapi terlepas dari itu, semua semata-mata merupakan bagian dari tanggungjawab saat menjalankan tugas,” ungkap Sukardi yang kini menjabat sebagai Komandan Regu (Danru).
Dipaparkan Sukardi, bahwa diantara tugas Pamdal selain pengamanan adalah pelayanan dan administrasi. Selain itu, bagian terpenting pengamanan adalah saat menghadapi aksi unjuk rasa, dimana pada saat itu terjadi, dirinya tak bisa menghindari gesekan dengan para pendemo. “Kalau saat aksi unras (unjuk rasa – red), biasanya kan di pos depan, nah kita standby di plotingan masing-masing. Apabila diperlukan tambahan anggota, biasanya kita akan tambah anggota dari plotingan lain. Selain itu kita juga dibantu sama aparat TNI dan kepolisian baik dari Polsek atau pun Polres Depok,” ungkapnya.
Masih kata Sukardi, bila ada aksi unras, tim nya akan mendapat surat pemberitahuan aksi, satu hari sebelumnya.Selanjutnya dilakukan persiapan melalui koordinasi saat apel sebagai langkah antisipasi atau pencegahan terhadap hal-hal yang tidak diinginkan.
Berbicara terkait program kesamaptaan yang di jalankan oleh setiap personel, Sukardi menyampaikan bahwa program tersebut sangat berpengaruh dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. “Program kesamptaan yang dilakukan oleh kami itu, rutin kami lakukan setiap minggunya. Hal tersebut kami anggap penting karena bisa membentuk karakter setiap personel. Berbeda dengan apel biasa, melalui kegiatan kesamaptaan juga kita berlatih baris-berbaris, olahraga, kemudian kita juga mengevaluasi setiap kesalahan setiap individu dan memberikan sanksi berupa fisik maupun yang lainnya seperti push-up, dan lari, dan banyak lagi. Dengan hal begitu kita melakukan satu koordinasi dengan kompak melalui satu komando, yang apabila ada atensi baik dari kantor maupun dari PT yang disampaikan kepada Danru untuk segera dilaksanakan maka harus segera dilaksanakan, ” tambah Sukardi.
Ia pun melanjutkan bahwa dengan kesamaptaan yang dilakukan setiap minggunya, anggota bisa memahami tugas, pokok dan fungsi job desk nya dimana sebelum masuk biasanya sudah dipaparkan mengenai tugas utama sebagai pengaturan, penjagaan dan pengawalan dan untuk khusus yang di dalam, ada penambahan tugas yaitu pelayanan.






