Kepala SMAN 1 Pedes Pastikan tidak Ada Penahanan Ijazah di Sekolah

  • Whatsapp

KARAWANG, media3.id – Kepala sekolah SMAN Negeri Pedes, Kabupaten Karawang memastikan ijazah milik alumni sekolah SMAN tidak ada yang ditahan oleh sekolah melainkan belum diambil oleh alumni. Hal ini disampaikan oleh H Yunanto kepala sekolah SMAN 1 Pedes, Kabupaten Karawang kepada wartawan, Senin (03/02/25).

Yunanto menjelaskan, pasca ujian akhir untuk kelas 12, tidak ada kegiatan di sekolah dikarenakan sudah menyelesaikan ujian akhir, namun demikian kata dia para siswa sudah diberikan himbauan atau pengumuman bahwa penulisan ijazah dilaksanakan pada bulan Mei, sedangkan pembagiannya di bulan Juni.

Read More

“Setelah kegiatan ujian itu memang tidak ada kegiatan untuk kelas 12. Sedangkan nanti penulisan ijazah itu di bulan Mei dan pembagiannya dijadwal di bulan Juni,” kata Yunanto kepada wartawan, Senin (03/04/25).

Sedangkan kendalanya kata dia, setelah penulisan ijazah selesai tentunya para siswa kelas 12 diwajibkan melakukannya cap 3 jari di ijazah nya masing-masing, setelah cap 3 jari lalu pihak sekolah foto copy ijazah untuk dilegalisir dan dan dibagikan ke siswa. Namun pas pembagian ijazah ada siswa maupun orang tua tidak datang. Disaat pembagian ijasah ada yang tidak datang.

“Setelah bulan Maret itu (alumni) ada yang bekerja ke luar negeri dan ada juga yang bekerja di dekat-dekat sini juga ada. Jadi kendalanya setelah cap 3 jari lalu oleh sekolah dilegalisir supaya anak tidak mondar-mandir ke sekolah minta legalisir. Setelah legalisir ada jadwal serentak dari dinas untuk membagikan ijazah lalu diambil oleh anak tanpa syarat,” ucapnya.

Adapun alasan kenapa ijazah belum diambil oleh siswa? Yunanto menjelaskan ada beberapa alsan diantaranya alumni sedang ada acara atau bekerja dan ada juga alumni sedang bekerja di luar negeri sehingga ijazah miliknya belum diambil.

“Yang belum terbagi diantaranya mungkin pas waktu pembagian ijazah si anak ada ada acara tapi bisa diambil berikutnya tapi tadi bila ada alumni ada acara permanen seperti bekerja di luar negeri atau lainnya yang pengambilannya se selera alumni, kadang-kadang dua tahun baru pulang,” ucapnya.

Selain itu kata dia, ada juga alumni belum melakukan cap 3 jari dan itu belum kesalahan sekolah karena pihak sekolah sudah berusaha maksud mengingatkan siswa untuk melakukan cap 3 jari dan setelah itu ijazah bisa diambil.

Namun yang pasti kata Yunanto, pihak sekolah tidak melakukan penahan ijazah milik alumni, bahkan pihak sekolahpun sudah berusaha mendatangi rumah pemilik ijazah namun sayangnya sudah ada yang pindah rumah.

“Pihak sekolah juga sudah berusaha mengantarkan ijasah ke alamat yang tertera di data sekolah namun sayangnya sudah ada yang pindah rumah,” ucapnya.

Iapun mastikan bahwa pihak sekolah tidak melakukan penahanan ijazah, akan tetapi alumni yang belum mengambil ijazah “yang pasti sekolah tidak menahan ijazah tapi ijazahnya belum diambil oleh pemiliknya,” pungkasnya

Wartawan: Daman Huri

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *