CIMAHI, Media3.id – Focus Group Discussion (FGD) dan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) yang dilaksanakan secara serentak di tiap-tiap kelurahan Kecamatan Cimahi Selatan, yang meliputi Kelurahan Cibeber, Kelurahan Utama, Kelurahan Leuwigajah, Kelurahan Melong, dan Kelurahan Cibeureum, beberapa pekan yang lalu.
Maka, hasil pembahasan dari FGD dan Musrenbang di tiap-tiap kelurahan Kecamatan Cimahi Selatan tersebut, dibahas kembali dalam FGD tingkat Kecamatan Cimahi Selatan Tahun 2025, yang dilaksanakan di aula kantor Kecamatan Cimahi Selatan, Jalan Baros No. 14, Utama, Cimahi Selatan, Selasa (4/2/2025).
Acara tersebut dihadiri oleh Bina Wilayah (Binwil) Kecamatan Cimahi Selatan Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Budi Raharja, Ketua DPRD Kota Cimahi Wahyu Widyatmoko, Camat Cimahi Selatan Cepi Rustiawan, Kepala OPD Binwil Kelurahan di Kecamatan Cimahi Selatan, para Lurah se Kecamatan Cimahi Selatan, Ketua LPM Kecamatan Cimahi Selatan Asep Hendrawan, Para Delegasi tiap kelurahan se-Kecamatan Cimahi Selatan, para Ketua RW, dan para tamu undangan lainnya.
Camat Cimahi Selatan Cepi Rustiawan mengatakan bahwa pihaknya telah melaksanakan kegiatan FGD tingkat Kecamatan Cimahi Selatan Tahun 2025 dengan lancar.
“Dan tadi kita sudah berdiskusi di 4 bidang untuk menentukan skor dari usulan-usulan yang memang sudah diusulkan di 5 Kelurahan,” ucap Cepi.
Dalam FGD tadi, sambung Cepi, program prioritas dari 5 kelurahan keluar semua.
“Seperti program prioritas di Kelurahan Utama yaitu pengadaan lahan pemakaman, kemudian muncul juga mengenai penanganan sampah, lalu masalah infrastruktur yang menunjang untuk penanganan kemiskinan ekstrem dari mulai kegiatan sosialisasinya, kegiatan penanganan bantuan sosialnya dan kegiatan-kegiatan lain dari infrastruktur sebagai penunjang untuk pengembangan ekonomi dan daya beli masyarakat, itu muncul semuanya,” paparnya.
Kegiatan-kegiatan yang diharapkan oleh masyarakat untuk kekumuhan dan sebagainya, muncul juga dalam FGD hari ini.
“Mudah-mudahan apa yang diusulkan nanti bisa disahkan pada Musrenbang di tanggal 7 Februari ini, dan mudah-mudahan tidak berubah dari usulan prioritas,” harap Cepi.
Lebih jauh Cepi memaparkan bahwa selesai FGD ini, semua program usulan langsung di input ke dalam SIPD Kota Cimahi.

“Mudah-mudahan tidak berubah juga, semua usulan program prioritas akan dikawal oleh para delegasi Kecamatan Cimahi Selatan sampai tingkat Kota nanti, tentunya setelah diberita acarakan dan diputuskan dalam Musrenbang di tanggal 7 Februari nanti,” jelasnya.
Selain itu, Cepi juga menerangkan terkait masalah banjir.
“Banjir juga merupakan salah satu program prioritas, karena untuk penanganan banjir ini, kita tidak berbicara bagaimana penanganan banjirnya, tetapi bagaimana penanganan yang komprehensif, dari mulai usulan drainase terintegrasi, juga hal-hal lain yang sifatnya Fisik untuk pelebaran atau sodetan selokan-selokan, sedimen, dan sebagainya, itu muncul semuanya,” bebernya.
Dan itu semua, lanjut Cepi, kembali lagi kepada masyarakat dalam mengantisipasi banjir ini.
“Pentingnya kesadaran dari masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan,” harapnya.
Begitu pula diungkapkan oleh Ketua LPM Kecamatan Cimahi Selatan Asep Hendrawan, menjelaskan bahwa FGD tingkat Kecamatan merupakan tindak lanjut dari FGD dan Musrenbang di tingkat Kelurahan.
“Dalam pembahasan FGD dari keempat bidang, yang menjadi prioritas utama diantaranya permasalahan stunting, kemiskinan ekstrem, dan pengelolaan sampah,” ujar Asep.
Selain itu, upaya terciptanya lapangan pekerjaan dan usaha bagi masyarakat juga termasuk program yang disoroti dalam diskusi tadi, kata Asep.
“Permasalahan tersebut muncul karena bersumber dari berbagai kesulitan yang dihadapi warga. Sulitnya mendapatkan pekerjaan dan peluang usaha yang terbatas berdampak langsung pada kemiskinan ekstrem dan stunting yang meningkat,” bebernya.
Program Rutilahu (Rumah Tidak Layak Huni) juga menjadi contoh atas permasalahan tersebut di atas.
“Dimana setelah rumah seseorang diperbaiki melalui program ini, banyak penerima manfaat yang kesulitan merawatnya akibat penghasilan mereka yang kurang,” tutur Asep.
Dia berharap seluruh usulan dari tingkat kecamatan dapat diakomodir oleh para pemangku kepentingan dan menjadi perhatian utama di tingkat kota agar dapat direalisasikan secara optimal.
“Dengan adanya sinergi antara pemerintah, pemangku kepentingan, dan masyarakat, diharapkan program pembangunan di Cimahi Selatan dapat berjalan efektif dan berdampak nyata bagi kesejahteraan warga,” tutup Asep.
(Sinta)






