KARAWANG (Jawa Barat), media3.id – Kasus pasien tuberculosis (TB) tahun 2024 di puskesmas Jayakerta, Kabupaten Karawang meningkat bila dibandingkan tahun 2023.
Meningkatnya kasus TB di wilayah kerja puskesmas Jayakerta bukan karena kurangnya kinerja petugas kesehatan di puskesmas Jayakerta, akan tetapi dikarenakan kurangnya kesadaran masyarakat untuk berobat dan memeriksakan diri ke puskesmas sehingga terjadi lonjakan kasus TB setelah skrining.
Saat diwawancara Abdul Rosyid bagian programmer TB di puskesmas Jayakerta menjelaskan di tahun 2023 terdapat 50 kasus lebih sedikit pasien TB tapi tahun 2024 terdapat 61 kasus penderita TB.
Tahun 2024 ada 61 kasus dalam setahun, sedangkan tahun 2013 terdapat 50 kasus lebih sedikit,” kata Rasyid di ruangan kerjanya puskesmas Jayakerta, Senin (06/01/25).
Iapun menjelaskan, pihaknya bersama tim medis kerap melakukan skrining kepada masyarakat yang kontak erat dengan pasien TB karena dikhawatirkan tertular dan selanjutnya untuk di obati. Selain skrining, setiap desa terdapat kader TB
“Kita juga melakukan skrining ke masyarakat yang kontak erat dengan pasien TB dan setiap satu desa ada dua kader TB,” jelasnya.
Sedangkan untuk awal tahun sudah ada pasien TB yang datang ke puskesmas untuk berobat. Adapun pasien yang saat ini berobat merupakan warga desa Kemiri yang diantar oleh kader TB ke Puskesmas.
“Kalau awal tahun ini baru ada satu kasus TB warga Desa Kemiri yang diantar ke sini oleh kader TB. Awalnya dia berobat di RS Islam tapi sekarang dipindahkan ke sini,” pungkasnya.
Reporter: DH






