KARAWANG, Media3.id – BUMDes atau Badan Usaha Milik Desa merupakan salah satu program unggulan pemerintah untuk mendorong peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di tingkat desa. Senin (27/01/25)
Sebagai badan usaha yang dimiliki dan dikelola oleh pemerintah desa bersama masyarakat, BUMDes diharapkan dapat menjadi motor penggerak perekonomian dengan memanfaatkan potensi dan aset yang dimiliki oleh desa.
Namun yang terjadi BUMDes Bunga Padi milik desa Rengasdengklok selatan sepertinya tak sesuai harapan pemerintah pusat dan masyarakat maupun kepala desa. Karena BUMDes tersebut seperti tak ada kegiatan. Hal ini terbukti dengan informasi yang diterima wartawan dari perangkat desa dan masyarakat.
Bahkan yang cukup mengejutkan sekelas sekertaris desa pun tidak tahu usaha BUMDes Bunga padi padahal kantor BUMDes berada di belakang kantor desa Rengasdengklok selatan “saya belum tahu usaha BUMDes,” kata Abdulrahman sekertaris desa Rengasdengklok selatan saat ditanya soal BUMDes bunga padi, Sabtu (25/01/25).
Padahal BUMDes Bunga Padi mendapatkan tambahan modal usaha di tahun 2022 dan tahun 2023 lebih kurang 120 juta dari pemerintah desa Rengasdengklok Selatan, adapun sumber anggaran dari dana Desa.
Sebelumnya salah satu perangkat desa yang identitasnya enggan disebutkan mengaku tidak tahu soal usaha BUMDes bunga padi yang modalnya mencapai ratusan juta dibiayai oleh pemerintah desa bersumber dari dana desa. Namun faktanya sekelas sekertaris desa pun ternyata tidak tahu usaha apa yang digeluti BUMDes bunga Padi.
Padahal secara umum tujuan pendirian BUMDes guna meningkatkan perekonomian desa, meningkatkan pendapatan asli desa, meningkatkan pengelolaan potensi desa sesuai dengan kebutuhan masyarakat, menjadi tulang punggung pertumbuhan dan pemerataan ekonomi desa dan menjadi percontohan bagi masyarakat dalam meningkatkan usaha
Reporter: D H






