KARAWANG (Jawa Barat), media3.id – Sekertaris desa Sukaraja, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang menjelaskan bahwa pasca pemilihan kepala desa (Pilkades) beberapa tahun lalu terjadi perubahan kepengurusan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Namun usai penggantian kepengurusan BUMDes paca Pilkades tersebut, para pengurus BUMDes yang dilantik oleh kepala desa Sukaharja Iwan Setiawan tidak langsung menjalankan usaha dikarenakan suhu politik Pilkades pada saat itu masih hangat.
Bahkan kata Ade Suardi Adi Suryana sekertaris desa Sukaharja, pada saat penggantian pengurus BUMDes yang lama ke yang baru tidak ada serah terima jabatan dikarenakan pada saat itu suhu politik pasca Pilkades masih hangat.
“Tidak ada serah terima jabatan dari pengurus BUMDes lama ke yang baru dikarenakan kondisional,” kata Ade kepada wartawan, Senin (02/12/24)
“Kalau BUMDes yang sekarang aman walaupun dimasa jabatan kepala desa sekarang sudah berapa kali penggantian pengurus BUMDes,” ucapnya.
Terkait modal usaha BUMDes dari pemerintah desa, Ade menjelaskan, yang penting uang yang diterima oleh BUMDes ada SPJ nya karena menyangkut uang negara, adapun soal kegiatan usahanya diserahkan ke pengurus BUMDes.
Ade yang mengaku sudah 3 menjabat sebagai sekertaris desa juga menjelaskan terkait penambahan modal bukan pada saat ini saja tapi dimasa kepemimpinan kepala desanya Ujang Kartiwa juga sudah beberapa kali membiayai modal BUMDes “Dimasa lurah Ujang sudah beberapa kali,” ucapnya.
Sedangkan untuk keseluruhan, berapa kali pemerintah desa Sukaharja kata dia tentunya harus membuka data dari pemerintahan di pimpin oleh Ujang Kartiwa dan kepempimpinan kepala desa sekarang Iwan Setiawan
“Kalau beberapa kalinya harus lihat data dari jaman kades Ujang. Kalau kades yang sekarang mungkin ada dua kali memberikan modal ke BUMDes dan itu juga tidak besar karena awalnya kurang percaya jadi takut berdampak pada kades yang sekarang,” kata Sekretaris desa Sukaharja.
Namun demikian kata dia apa bila ada kemajuan yang signifikan, tahun depan BUMDes akan ditambah modalnya asalkan dapat memberikan pendapatan asli desa (PADes) yang besar. Akan tetapi sebelum penambahan modal, para pengurus BUMDes akan diajak study Banding ke BUMDes yang sudah maju
“Rencana tahun depan akan ditambah modal kalau di Desember ini BUMDes ada kemajuan. Cuman PADes nya harus benar. Rencana akhir tahun ini mau study banding,” pungkasnya.
Ditempat yang sama kepala desa Sukaharja, Iwan Setiawan menjelaskan, untuk modal BUMDes sebelum ia menjabat kepala desa bukan kapasitasnya untuk menjelaskan, adapun alasannya ia baru menjabat pada tahun 2021.
“Untuk tahun 2018 saya tidak punya kapasitas untuk menjelaskan. Semenjak kepemimpinan saya di tahun 2021 sampai sekarang Alhamdulillah ada peningkatan kalau menurut pengamatan saya,” kata Iwan
“kita pemerintah desa tidak bisa intervensi ke BUMDes apapun kegiatannya silahkan, yang penting ini anggarannya dari pemerintah desa. Silahkan kelola dengan baik asal pelaporannya jelas melalui SPJ,” pungkasnya.
Reporter: D H






