Dinilai Tragis, Komisi IV DPRD Karawang Mengutuk Keras Meninggalnya Dua Pekerja di PT Monokem Surya

  • Whatsapp

KARAWANG, media3.id – Komisi IV DPRD Kabupaten Karawang mengutuk keras atas peristiwa meninggalnya dua pekerja PT Monokem Surya di Kecamatan Rengasdengklok Kabupaten Karawang diduga akibat ledakan Smelter Titanium yang membuat dua pekerja meninggal dunia cukup tragis.

Hal itu disampaikan oleh Sekertaris Komisi IV DPRD Kabupaten Karawang Asep Syaripudin ST MM saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang diajukan oleh media Lintas Karawang dan Forum Karawang Utara Bergerak (FKUB).

Read More

Ucapan Tragis dan mengecam atas meninggalnya dua pekerja PT Monokem Surya yang disampaikan Asep bukan tanpa alasan, karena beberapa hari lalu Komisi IV DPRD Kabupaten Karawang langsung melihat lokasi peristiwa ledakan di PT Monokem Surya yang sudah di polis line oleh pihak kepolisian polres Karawang

“Kita melihat langsung kondisi di belakang waktu itu cukup tragis,” kata sekertaris komisi IV DPRD Kabupaten Karawang saat dimintai tanggapannya oleh Ketua DPRD Karawang H. Endang Sodikin S.Pd.I SH., MH dalam forum RDP. Jumat (20/11/24)

Atas peristiwa yang menimpa 3 pekerjaan PT Monokem, Asep turut prihatin dan turut belasungkawa yang sebesar-besarnya karena dua pekerja di perusahaan tersebut meregang nyawa akibat kecelakaan kerja di bagian produksi titanium

“Kami atas nama jajaran komisi IV DPRD Kabupaten Karawang mengucapkan belasungkawa yang sebesar-besarnya.” Ucapnya.

Iapun meminta kepada PT Monokem agar mengevaluasi dan menghentkan kegiatan produksi trial (ujicoba), Komisi IV DPRD Kabupaten Karawang meminta kepada perusahaan kecuali dilakukan oleh tenaga ahli yang sudah bersertifikat guna menghindari kecelakaan kerja.

“PT Monokem ini harus mengevaluasi besar bahwa operasional smelter inikan tidak bisa dipandang bahwa ini harus trial-trial dan trial tapi harus mengundang ahlinya lagi bahwa yang namanya titanium ini jenis yang cukup sensitif kalau menurut kami apalagi kalau kita melihat posisi dari smelter kemudian disitu ada ada rel, setelah penuh kemudian digeser, kemudian dialiri air supaya suhunya menurun digeser lagi baru di kait,” ucapnya.

“Kami dari komisi IV menyampaikan kalau adanya sisi TV itu akan terlihat secara detail. Makanya proses selanjutnya karena sudah di polis line, kami dari Komisi IV dengan Pak ketua dengan seijin pak ketua biarkan ada tim dari kepolisian yang menyatakan salah atau tidaknya Karena sekali lagi bahwa lembaga DPRD bukan lembaga eksekutorial,” ucapnya.

“tetapi kami merekomendasikan kepada PT Monokem bahwa kejadian yang kemarin adalah kejadian yang ke dua atau ke tiga. Kami jelas saya sampaikan rilis di berita waktu itu karena ada beberapa teman media kita mengutuk keras kejadian di PT Monokem dan bila perlu jangan sampai terjadi di seluruh perusahaan yang ada di Kabupaten Karawang,” kata Asep tegasnya

Reporter: D H

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *