BANJAR, Media3.id – Rencana pemotongan TPP ASN di Kota Banjar bukan sesuatu pilihan yang tepat, ucap Sulyanati sebagai juru bicara Eksponen Forum Peningkatan Status Kota Banjar, rabu (15/05/2024).
Meskipun Pemerintah Kota Banjar kondisi APBD sedang tidak stabil, namun dengan rencana Pemotongan 20 persen untuk ASN, 25 persen untuk tenaga kesehatan dan 50 persen untuk P3K akan berdampak pada kesejahteraan para pegawai negeri.
Menurutnya, pemotongan TPP terhadap ASN tersebut harus dihindari, karena akan memberatkan kehidupan para pegawai ASN dan P3K,” ucap Sulyanati.
Menurut Sulyanati, untuk mencari solusi yang tepat, maka Eksekutif dan Legislatif harus duduk bersama.
“Eksekutif dan Legislatif harus mencari solusi lain untuk mengatasi defisit anggaran, bukan dengan cara memotong tunjangan para pegawai,” ucapnya.
Kami juga mengapresiasi Pemerintah dengan tidak meminjam ke bank untuk menutupi defisit itu, tapi untuk menutupi defisit dengan cara memotong TPP juga bukan pilihan yang tepat,” ucapnya.
“Kami berharap pemotongan TPP terhadap ASN, tenaga kesehatan dan P3K tidak terjadi,” ucap Sulyanati.
(ASEP)






