Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Karawang Angkat Bicara soal Perkelahian Siswi SMPN 2 Jayakerta dengan Siswi SMPN 1 Tirtajaya 

  • Whatsapp

KARAWANG, Media3.id- Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Karawang yang membidangi Pendidikan mengaku miris atas peristiwa perkelahian siswi antar sekolah. Seperti yang terjadi antara siswi SMPN 2 Jayakerta dengan siswi SMPN 1 Tirtajaya, Kabupaten Karawang.

 

Read More

“kami Komisi 4 DPRD Kabupaten Karawang dengan kejadian perkelahian antar siswi yaitu SMPN 2 Jayakerta dan SMPN 1 Tirtajaya merasa miris karena ini bukan yang pertama kali terjadi di dunia pendidikan, khususnya satuan pendidikan sekolah menengah pertama,” kata Asep Syaripudin ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Karawang, Jumat (23/02/24).

 

“Kami Komisi IV DPRD Kabupaten Karawang mendorong kepada dinas pendidikan untuk menindak tegas dan meningkatkan disiplin. Pertama meningkatkan disiplin tidak hanya menyangkut metodelogi pembelajaran tapi pendidikan kedisiplinan siswa di sekolah juga perlu ditingkatkan. Dalam rangka meningkatkan disiplin siswa perilaku siswa di sekolah ataupun setelah pulang sekolah, selain itu juga memang harus ada punishment,” ungkapnya.

 

Saat ditanya apakah akan melakukan pemanggilan terhadap kepala dinas pendidikan, pemuda dan olahraga kabupaten Karawang? Asep pun menjelaskan bahwa Komisi IV DPRD Kabupaten Karawang mengingatkan

 

“Sebenarnya Dinas Pendidikan sudah sering diingatkan oleh kami di Komisi 4 DPRD Karawang gitu sudah sering diingatkan. dan terjadi tauran inikan bukan hanya baru sekarang kan sudah lama. makanya yang pertama harus ditingkatkan bukan hanya tentang pembelajarannya saja, tapi fokus tentang pendidikannya juga harus ditingkatkan disiplin siswa di sekolah maupun di luar sekolah, kemudian harus ada punishment,” jelasnya.

 

 

selain meningkatkan kedisiplinan, punishment, dan yang ketiga pihak sekolah harus melakukan rapat dengan orang tua siswa secara periodik jangan hanya disaat pas masuk ajaran baru gitu. Misal per triwulan sekali, jadi bukan hanya menyangkut keuangan sekolah ya bukan hanya sumbangan ya atau partisipasi orang tua dalam rangka kebutuhan sekolah, tetapi juga harus lebih meningkatkan komunikasi, kolaborasi dengan orang tua siswa dalam rangka bertanggungjawab bersama antara pihak sekolah dengan orang tua siswa menyangkut perkembangan para peserta didik atau siswa,” pungkasnya.

 

Reporter: D H

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *