Kabupaten Tangerang (Banten), media3.id – Untuk menyedot genangan air dikapung Cilampe, Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Sumber Daya Air (SDA) wilayah 7 kabupaten Tangerang menurunkan pompa portable ukuran diameter 12 kelokasi yang tergenang air.
Meluapnya saluran pembuang Salembaran Jaya membuat genangan air di beberapa rumah warga wilayah RT 02, RW 19 Desa Kampung Melayu tergenang air setinggi 80 Centimeter (cm).
Mandor Bodrek salah satu warga Cilampe mengatakan, terjadinya genangan air di kampung Cilampe akibat hujan turun dengan intensitas tinggi pada Jumat malam (16/02/2024) lalu. Sehingga saluran pembuang Salembaran Jaya meluap ke pemukiman warga.
“Jumat malam turun hujan lebat dari Sabtu dini hari, dan sekitar jam 3 pagi, air dari saluran pembuangan. Salembaran meluap hingga masuk kedalam rumah warga,” ungkap mandor Bodrek, Senin(19/02/2024).
Lanjut mandor Bodrek yang terkena imbas meluapnya saluran pembuang Salembaran Jaya ad sekitar 1 RT diwilayah RW 12, dan RT 02. Genangan air setinggi 80 cm itu mengakibatkan beberapa rumah warga terdampak sehingga akses jalan warga tertutup genangan air .
“Solusinya harus disedot, maka kami mengajukan mesin pompa ke UPTD SDA wilayah 6 kabupaten Tangerang . Mudah-mudahan dengan menggunakan mesin pompa dengan cara disedot air segera surut,” harap Bodrek

Dilokasi yang SMA , kepala UPTD SDA wilayah 6 kabupaten Tangerang, H.Suhanda mengatakan pompa air portabel yang disiagakan dikampung Cilampe, Desa Kampung Melayu Timur, pompa tetap disiagakan hingga kondisi air surut dan kondusif.
” Pompa diameter 12 , akan kita siagakan dilokasi hingga air benar-benar surut dari pemukiman warga, “ungkapH.suhanda
Lanjut H.Suhanda menjelaskan, dataran pemukiman warga dikampung Cikampek kondisi elepansi tanahnya lebih rendah dari saluran Pembuangan Salembaran, sehingga air yang menggenang tidak dapat mengalir,” ungkapnya.
Karena dataran tanahnya lebih rendah dari saluran pembuangan, maka air tidak bisa mengalir dan terus menggenang. Agar airnya cepat surut harus disedot dengan mesin pompa air ,” tukasnya.
(dia/v)





