Rumah warga yang roboh akibat diterjang banjir besar
CIMAHI, Media3.id – Terjadinya banjir besar, longsor dan angin kencang di Kota Cimahi pada Sabtu (6/1) sore hingga Minggu malam (7/1) yang lalu, yang menyebabkan beberapa rumah ambruk tepatnya di RW 13 Kelurahan Cipageran.
Anggota DPRD Kota Cimahi Komisi III H. Enang Sahri Lukmansyah berpendapat bahwasanya harus ada pembenahan kedepannya, dengan kata lain dari pihak Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi mesti duduk bersama untuk melakukan pembenahan dalam pembangunan infrastrukturnya.
Hal itu diungkapkan Enang di kantornya, Rabu (10/1/2024).
Di awal Tahun 2024, ia akui cuaca saat ini sangat ekstrim dan curah hujan yang sangat tinggi menyebabkan banjir dimana-mana.
“Termasuk daerah Cipageran ini, yang biasanya tidak pernah banjir menjadi banjir,” ucap Enang.
Secara langsung ia mendatangi lokasi bencana tersebut sekaligus memberikan bantuan logistik berupa pakaian-pakaian bekas dan layak, beras, supermie dan bahan dapur umum lainnya untuk warga disana yang terkena banjir.
“Dan saya melihat, memang ada beberapa titik yang sangat parah disana” imbuh Enang.
Ia menerangkan di daerah Cipageran RT 3 RW 13 ini tepatnya di daerah Balingbing depan kantor BPSDM Provinsi Jawa Barat atau disamping Pondok Pesantren Tahfidz Al-Qur’an Misbahunnur samping Tempat Pemakaman Umum Cipageran, terdapat beberapa rumah yang roboh bahkan ada rumah yang permanen cukup bagus juga bisa roboh akibat terjangan banjir besar yang datangnya dari atas Jalan Cisarua KBB.
“Saya kira lebih dari 7 sampai 8 rumah yang roboh dan ada puluhan rumah yang terendam air dari ketinggian rendah sampai dengan ketinggian mencapai 2 sampai 3 meter air,” jelas Enang.
Ia pun kembali menjelaskan, setelah dirinya turun ke lokasi dan cek lapangan, melihat kondisi disana saat itu ternyata ada air dari atas yang tertahan diakibatkan ada beberapa tebing yang longsor ke bawah sehingga saluran air tertutup dan memang tidak mencukupi.
“Selain itu, salah satu penyebab banjir juga karena di Ponpes Misbahunnur ada gorong-gorong atau saluran air, ketika air datang cukup besar tetapi air yang sampai disana justru jadi kecil sekira setengah meter,” terang Enang.
Kemudian ia pun memberikan solusi, untuk orang yang akan menyebrang ke Jalan Pesantren Misbahunnur supaya gorong-gorong drainasenya dibongkar lalu diperbesar,
“Dikasih buis yang besar, paling tidak satu meter buisnya, itu baru bisa menampung air sehingga aliran airnya langsung ke samping pemakaman yang sungainya cukup besar,” sarannya.
Solusi ini pun sudah disampaikannya kepada pihak DPKP dan DPUPR, karena itu bagian pekerjaan mereka yang harus diselesaikan.

Menurut Enang, kejadian bencana kemarin meninggalkan luka yang cukup dalam bagi masyarakat Cimahi khususnya warga Cipageran Blok Balingbing.
“Memang korban jiwa tidak ada, tapi rumah banyak yang hancur, dan masyarakat disana juga tidak punya perbekalan pakaian, karena semua terendam banjir dan sebagian hanyut terbawa banjir besar tersebut,” ungkapnya.
Selanjutnya kata Enang, bencana banjir di daerah Cipageran ini terjadi di beberapa titik.
“Salah satunya di daerah Jalan Cidahu dekat kantor Kelurahan Cipageran, itu juga sangat luar biasa, tidak bisa dilewati oleh kendaraan apapun pada saat banjir besar, termasuk di Jalan Sangkuriang Barat Nomor 3 belakang kantor yang jadi langganan banjir juga,” paparnya kembali.
Ditambah lagi, ada pohon tumbang di pinggir kali di RW 26 Cipageran yang menimpa 2 rumah dan mengakibatkan rumah rusak cukup berat.
“Bahkan di daerah Citeureup Jalan Encep Kartawiria yang biasa jadi langganan banjir, depan SGO ini harus ada solusi, dari dulu tidak terselesaikan,” imbuh Enang.
Satu-satunya, lanjut Enang, dari pihak DPKP dan DPUPR serta DLH berinisiatif harus duduk bersama membahas masalah ini.

“Agar kedepannya masalah banjir di daerah Cipageran, Citeureup dan daerah lainnya dapat tertanggulangi dengan baik,” tandas Enang.
Ia pun sangat mengapresiasi terhadap Sekda Kota Cimahi H. Dikdik Suratno Nugrahawan, Camat Cimahi Utara Rully Sulfanorida, Lurah Cipageran, dan Kepala Pelaksana BPDB Kota Cimahi Fithriandy Kurniawan yang cepat tanggap terhadap kejadian bencana kemarin.
Kejadian bencana banjir di daerah Balingbing RT 3 RW 13 Cipageran, dibenarkan pula oleh Ketua RW 13 Ade Karyana Saputra menerangkan, bahwa terjadinya banjir yang terjadi di RW 13 dikarenakan adanya gorong-gorong yang tersumbat di dekat Ponpes Misbahunnur.
“Akibat tanah longsor dan banyaknya sampah yang menyumbat gorong-gorong, menyebabkan air tidak jalan, karena debit airnya besar, ya sudah tidak tertampung disitu,” ungkap Ade.
Air besar yang datang, menurut Ade, berasal dari wilayah KBB, wilayah Kolonel Masturi (Kolmas), dan wilayah Padaasih.
“Semua masuk kesitu, sehingga air tidak tertampung dan menyebabkan banjir,” imbuhnya.
Dikatakannya, sebanyak 20 rumah yang terdampak, bahkan sekitar 8 rumah yang terdampak lebih parah, kemudian ada 2 rumah yang ambruk akibat tertimpa reruntuhan benteng lapang futsal.
Ade juga menjelaskan kronologi kejadian banjir pada Sabtu (6/1) sore,
“Awal kejadian, hujan lebat turun pukul 4 sore dan ketika saya cek lapangan sekitar pukul 5, air sudah meninggi dan tidak tertampung lagi,” terangnya.
Ia pun memaklumi pihak BPBD mendatangi lokasi sekitar pukul 10 malam, karena kejadian bencana banjir di Cipageran bukan itu saja, tetapi banjir terjadi juga di RW 14, RW 7, dan RW 6. Sedangkan dirinya mengantisipasi di RW nya sendiri bersama warganya sampai pukul 8 malam.
Ade pun sangat mengapresiasi kinerja BPBD Kota Cimahi yang membersihkan lumpur dan sisa-sisa banjir sampai pukul 12 malam, disaksikan oleh Sekda Kota Cimahi bersama Camat Cimahi Utara dan Lurah Cipageran.
Dengan kejadian ini, ia mengharapkan gorong-gorong di Ponpes Misbahunnur diperbaiki.
“Gorong-gorongnya dibongkar dan diganti dengan gorong-gorong yang ada bak kontrolnya, jangan pakai hong lagi. Kemudian di jalan selokan airnya itu di benteng yang bagus karena tidak ada benteng di jalan itu hanya tanah saja, jadi pas longsor, tertutup, yang akhirnya ke rumah warga,” ungkap Ade.
(Sinta)






