Pemkot Banjar Ikuti FGD mengantisipasi resiko negatif terhadap perekonomian Priangan Timur

  • Whatsapp

Tasikmalaya, media3.id – Wakil Wali Kota Banjar, H. Nana Suryana,S.Pd.,M.H., mengikuti Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Arah Kebijakan Pembangunan Daerah Pasca Pembangunan Jalan Tol Getaci yang bertempat di Bale Priangan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya, Kamis (02/11).

FGD hari ini mengangkat tema ‘Optimalisasi Potensi Pembangunan Tol Getaci untuk Mendukung Kemajuan Ekonomi dan Kesejahteraan Masyarakat di Pringan Timur’ yang di gelar oleh Pemerintah Daerah Kota Tasikmalaya bersama Bank Indonesia Tasikmalaya sebagai upaya untuk memperoleh masukan dalam menyusun rumusan kebijakan untuk mengoptimalkan potensi pembangunan Tol Getaci dan mengantisipasi risiko negatifnya terhadap perekonomian Priangan Timur.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Pj. Walikota Tasikmalaya, Kepala Perwakilan BI Tasikmalaya, Perwakilan Pemerintah Daerah se-Priangan Timur, Forkopimda Tasikmalaya serta stakeholders terkait lainnya.

Read More

Dalam sambutanya, Pj. Wali Kota Tasikmalaya mengatakan Pembangunan Tol GETACI ibarat dua sisi mata uang, artinya ini dapat memberikan dampak positif jika kita mampu mempersiapkan diri untuk menghadapi peningkatan konektivitas atau sebaliknya dapat menyebabkan dampak negatif karena masyarakat akan lebih mudah untuk mengakses kota besar lain seperti Bandung dan Jakarta.
“Dengan dibangunnya tol Getaci, kami optimis bahwa hal tersebut dapat memberikan manfaat yang sangat besar untuk peningkatan perekonomian di Kota Tasikmalaya. Harapan melalui forum ini dapat memperoleh informasi, saran, masukan dari seluruh hadirin sebagai bahan untuk alternatif kebijakan bagi Pemerintah Kota Tasikmalaya.”ujarnya.

Sementara itu, dalam FGD tersebut, Wakil Wali Kota menjelaskan bahwa Pembangunan Tol GETACI harus berdampak positif bagi wilayah yang dilalui, khusunya Wilayah Priangan Timur. Menurutnya, Proyek tersebut jika tidak dilakukan perencanaan secara matang dan sinergis antar wilayah priangan timur dapat mengganggu pertumbuhan serta perkembangan ekonomi daerah yang dilewati.

“Sejak awal, Pemerintah Kota Banjar terus mengusulkan adanya pintu tol di Wilayah Kota Banjar. Kami perpandangan, jangan sampai Kota Kami hanya menjadi Penonton kendaraan yang lewat di Ruas Tol Getaci. Selain itu, yang paling penting adalah adanya Penguatan tata ruang (RTRW/RDTR), sehingga akan memudahkan para investor untuk melakukan investasi setelah jalan tol tersebut selasai dikerjakan, karena banyak investor yang mundur setelah mengatehaui RTRW yang belum terbantuk, padahal bagi mereka hal tersebut merupakan payung hukum penting dalam melakukan investasi disebuah daerah. Untuk itu, saya berharap dengan pertemuan ini diharapkan mampu mendorong sinergitas dari semua pihak di Priangan Timur agar Jalan Tol yang akan mulai dibangun pada tahun 2024 dapat dioptimalkan sebaik mungkin untuk mendukung kemajuan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di Pringan Timur.”jelas Wakil Wali Kota.

 

(tm)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *