Muhamad obo ketua kelompok tani kp. Malang desa Gempol sari
Kabupaten Tangerang (Banten). Media3.id – Adanya pembangunan suatu daerah membawa dampak plus dan juga tentunya membawa minus.suatu daerah. Demikian juga proyek pembangunan rehabilitasi dan normalisasi Saluran induk Barat laut Cisadane yang saat sedang dan masih berlangsung dilima titik lokasi yang berbeda. Salah satunya saluran induk Kedaung (bk3 4 ) desa Gempol sari kecamatan Sepatan timur.
Wilayah Argopolitan yng memang dicanang kan oleh pemerintah daerah kabupaten Tangerang antara lain desa Gempol Sari, Desa Pondok Kelor, dan Desa Sangiang kecamatan Sepatan Timur, dan desa Sarakan Kecamatan Sepatan .
Dampak pembangunan saluran induk irigasi Kedaung (BKe) oleh PT. Mitra Ciasem Raya, sawah yang berada dikawasan Argopolitan Desa Gempol sari saat ini mengalami kekeringan.
Menurut ketua kelompok tani kp.malang Desa Gempol Sari Muhamad obo yang juga ketua KTNA (Kontak Tani Nelayan Andalan) kecamatan Sepatan Timur yang ditemui dilokasi pertanian hampir semua sawah petani di kawasan Argopolitan semuanya kekeringan dan terancam gagal tanam Selasa karena tidak ada sosialisasi dan pemberitahuan dari P3A (Kelompok Petani Pemakai Air) (22/08/2023).
Obo mengatakan, ” dampak pembangunan irigasi Sekunder dikedaung barat ( BKe) yang dilakukan PT. MCR , petani semua mengalami gagal tanam. Ada beberapa kelompok tani yang sudah tanam mengalami gagal tanam, namun ada juga di kp. Malang yang membuat sumur pantek dengan biaya swadaya sendiri,” jelas Obo
Lanjut Obo, kalau ada kegiatan proyek kedepan nanti baik sekunder maupun saluran induk irigasi harus ada sosialisasi terlebih dahulu ke kelompok tani atau ke ketua kelompok tani,” pintanya
” Ketua P3A tidak ada sosialisasi dan pemberitahuan kepada kepada kelompok tani didesa Gempol sari. Bahkan Anggota kelompok tani Kp. Malang sempat menanyakan kepada ketua P3A , jawab ketua P3A mengatakan saya tidak ada urusan dengan petani, padahal P3A adalah mitranya petani,” jelasnya.
“gagal tanam ini memang Karena kondisi musim kemarau kekeringan sekitar 7 ha yang gagal tanam dari 20 ha lahan pertanian didesa Gempol Sari. Petani sudah melakukan tanam sudah satu bulan, karena mereka sudah tanggung membuat pembibitan padi,” tegasnya.

“Sebelum ada proyek saluran walaupun musik kemarau tetapi kita bisa tanam Karena kita mendapat air secara bergilir. Karena tidak ada pemberitahuan dari P3A nya akhirnya kita sudah menyebar bibit dan bibit siap tanam ternyata ada pembangunan rehabilitasi dan normalisasi irigasi, akhirnya kita dirugikan sebagai petani. Kalau memang ada pemberitahuan dan sosialisasi petani akan menunda menanam.P4A ini harus ada komunikasi ke kelompok tani hingga tidak ada terjadi hal seperti ini kedepan ” harapnya .
(Diana)






