Karawang. Media3.id – Pedagang sayuran di pasar baru Rengasdengklok (pasar proklamasi), Kabupaten Karawang mengaku omzetnya menurun drastis bila dibandingkan dengan berjualan di pasar lama Rengasdengklok yang kini akan dibangun ruang terbuka hijau (RTH)
Diakui Malik salah satu pedagang sayuran di pasar proklamasi bahwa tempat berjualan sayuran di pasar proklamasi sudah lumayan bagus bila dibandingkan dengan tepat ia berjualan di pasar lama Rengasdengklok.
Namun sayangnya sejak pindah dan berjualan di pasar proklamasi, omzet pedagang sayuran menurun drastis hingga 70% dan dampaknya ada sayuran yang tidak terjual dan akhirnya terbuang begitu saja akibat layu dan membusuk
“Omzetnya menurun sampai 70% kalau dibandingkan dengan berjualan di pasar lama,” kata Malik salah satu pedagang sayuran di pasar proklamasi Blok O, Kamis (22/12/22).
Untuk mengurangi sayuran membusuk, Malik memilih mengurangi pasokan sayuran yang akan di jual agar sayuran yang ia jual di pasar proklamasi dapat mengurangi sayuran yang layu dan busuk “saat belanja ke pasar induk belanja sayurannya dikurangi,” jelasnya.
Salah satu penyebab turunnya omset penjualan dikarenakan masih adanya pedang sayuran di pasar lama Rengasdengklok, selain itu para pelanggan yang biasa belanja padanya kini masih bertahan belanja di pasar lama Rengasdengklok
“penyebabnya masih ada pedagang di pasar lama Rengasdengklok dan pelanggan yang biasa belanja ke sini masih belanja di sana,” ungkapnya
Dikatakan olehnya yang biasanya biasa menjual sayuran mencapai satu kuintal namun kini hanya tiga puluh kilo saja bahkan ada sayuran yang tidak terjual akibat terlalu lama sehingga m buat sayuran layu dan membusuk.
DH






