Katanya Sumbangan, Tapi Siswa SMPN 1 Jayakerta dan SMPN 3 Rengasdengklok ditagih Uang Bangunan

  • Whatsapp

 

 

Read More

KARAWANG, media3.id – Awal ajaran baru, sudah menjadi kebiasaan SMPN Negeri di Wilayah Komisariat Rengasdengklok melakukan rapat orang tua siswa melalui komite sekolah.

 

Adapun salah satu tujuan mengumpulkan orang tua siswa oleh komite sekolah menyampaikan kekurangan anggaran operasional dan ditambah program sekolah yang tidak tercover oleh dana yang diterima sekolah dari pemerintah. Sehingga sekolah melalui komite meminta sumbangan kepada orang tua siswa.

 

Namun yang terjadi di SMPN 1 Jayakerta, dan SMPN 3 Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, saat siswa akan mengikuti ujian ditagih uang bangunan oleh pihak sekolah walaupun pada saat itu sekolah melalui komite meminta sumbangan ke orang tua siswa.

 

Bila belum memberi uang bangunan, pihak sekolah diduga akan membedakan kartu ujian yang diberikan kepada siswa bahkan ada juga yang tidak memberikan kartu ujian walaupun siswa masih bisa ikut ujian sekolah

 

Karena kata siswa salah satu syarat untuk mendapatkan kartu ujian mesti membayar uang bangunan “Kalau enggak bayar bangunan kertasnya beda untuk sementara,”kata salah satu siswa kelas VII SMPN 1 Jayakerta, Rabu (07/12/22).

 

Hal serupa pun terjadi di SMPN 3 Rengasdengklok. Siswa yang belum membayar uang bangunan tidak diberi kartu ujian oleh pihak sekolah, sehingga siswa yang belum membayar uang bangunan seperti ditandai walaupun masih bisa mengikuti ujian sekolah.

 

“Kalau belum bayar uang bangunan tidak dikasih kartu (label) tapi tetap bisa mengikuti ujian, kata siswa kelas VII di halaman sekolah SMPN 3 Rengasdengklok. Kamis (08/12/22).

 

DH

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *