Soal Pembangunan Masjid SMAN 5 KARAWANG, Pihak Sekolah Mengaku Bukan minta sumbangan tapi disarankan bagi yang mau menyumbang dipersilahkan

  • Whatsapp

KARAWANG, Media3.id- Masjid SMAN 5 Karawang di renovasi, yang awalnya hanya satu lantai namun kini dibangun menjadi dua lantai. Akan tetapi sayangnya pembangunan masjid tersebut tersendat akibat minimnya anggaran sehingga diduga menjadi terbengkalai namun Masjid tersebut masih dapat digunakan sebagai tempat ibadah. Kamis (15/09/22).

Read More

Saat pelaksanaan pembagunan, pihak sekolah sempat menyampaikan kepada siswa bahwa pembangunan masjid SMAN 5 Karawang membutuhkan biaya yang cukup lumayan, sehingga pihak sekolah sempat menyampaikan kepada siswa bagi yang mau menyumbang dipersilahkan dan tidak ada paksaan berapapun besarannya.

Namun kenyataannya ada yang menyumbang 50 ribu dan ada juga yang menyumbang 100 ribu untuk pembangunan masjid “Bukan minta sumbangan tapi disarankan bagi yang mau menyumbang kenyataannya ada yang 50 ribu orang tua, 100 ribu ya kita terima” kata Hari Humas SMAN 5 Karawang kepada wartawan, Kamis (15/09/22).

Lanjutnya iapun menjelaskan, soal isu pihak sekolah meminta sumbangan kepada siswa sempat muncul di media sosial namun postingan tersebut langsung di hapus “Sempat memang kayaknya ada yang merapat ke media, kayaknya orang tua, sempat di Facebook segala macam tapi langsung di hapus” jelasnya.

Karena kata dia fakta yang terjadi pihak sekolah tidak ada tuntutan meminta sumbangan untuk pembangunan masjid karena sampai saat ini masih mencari Corporate social responsibility atau (CSR) dari perusahaan

“Karena kenyataannya faktanya kami tidak ada tuntutan untuk masjid bahkan sampai hari ini masih menunggu pihak perusahaan. Saya lagi cari dana CSR” ungkapnya.

Sementara pembangunan dak masjid lantai dua kata hari, anggarannya berasal dari Alumni SMAN 5 Karawang, bukan dari orang tua siswa “Termasuk dak kita dari alumni. Dak itu fool bukan dari orang. Dak itu ada program dari alumni datang kesini” jelasnya.

Sedangkan untuk pembangunan selanjutnya pihak sekolah mengajukan bantuan kepada perusahaan BUMN melalui dana CSR kepada PT Perusahaan Gas Negara (PGN), PT PERURI dan PT PUPUK KUJANG.

(DH)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *