KARAWANG, Media3.id – Kepala Kantor (Kakan) Agraria dan Tata ruang Kabupaten Karawang, Jawa Barat membacakan sambutan dari Menteri Agraria dan Tata Ruang Hadi Tjahjanto di hadapan pegawai ATR/BPN Karawang di Halaman kantor ATR/BPN, Senin (26/09/22).
Berikut ini isi sambutan dari Menteri Agraria dan Tata Ruang Hadi Tjahjanto yang disampaikan oleh Humaidi. A. Ptnh. MM.
Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat dan ridho-Nyakita dapat berkumpul pada hari ini dalam keadaan sehat wal afiat dalam rangka memperingati Hari Agraria dan Tata Ruang Tahun 2022.
Pada peringatan Hari Agraria dan Tata Ruang Tahun 2022 ini kita mengusung tema “Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional Cepat, Berkualitas dan Tangguh” akan mewujudkan percepatan transformasi digital dalam sistem pelayanan publik, pengaduan, perizinan, penanganan masalah, dan data base yang akan menyebabkan layanan kepada masyarakat yang transparan, cepat, efektif,dan efisien.
Saya mengingatkan kembali tugas yang saya arahkan pada saat Rakemas sejalan dengan tugas yang diberikan oleh Bapak Presiden kepada saya, oleh karena itu mari kita bersama-sama melaksanakan:
1. Percepatan pendaftaran tanah melalui Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap(PTSL); 2. Penyelesaian sengketa dan konflik pertanahan dengan Reforma Agraria serta pemberantasan MafiaTanah; 3. Dukung percepatan pembangunan IKN.
Dengan program PTSLkita mendapat loncatan yang sangat signifikan dalam kurun waktu 5 (lima)tahun. Capaian jumlah tanah terdaftar sebanding dengan 70 tahun sebelum program PTSL.Hinggasaat ini capaian pendaftaran tanah sudah mencapai 81,6 juta bidang atau setara dengan 64,70/0.Untuk mencapai target 1000/0pada tahun 2025 harus menyusun strategi yang terbaik. Saya rnengingatkan pentingnya rnengejar target PTSLnamun yang tidak kalah pentingnya adalah menjaga kualitas produk yang dihasilkan sehingga tidak menirnbulkan residu dan rnasalah di kernudian hari.
Hadirin yang saya hormati,
Untuk menyelesaikan sengketa dan konflik pertanahan saya langsung turun ke lapangan di daerah untuk secara langsung mengidentifikasi akar permasalahan yang ada. Konflik pertanahan sering timbul karena ketimpangan penguasaan dan pemilikan tanah. Oleh karena itu, beberapa permasalahan dapat diatasi dengan skema Reforma Agraria dengan meredistribusikan tanahtanah kepada masyarakat. Target Redistribusi Tanah Tahun 2022 sebanyak 424.510 bidang ini harus menjadi perhatian khusus dan segera diselesaikan.
Sampai saat ini Mafia Tanah sangat meresahkan masyarakat, masih banyak pengaduan terkait hal tersebut. Oleh karena itu, mari kita bersamasarna memberantas Mafia Tanah sampai tidak ada lagi Mafia Tanah di Bumi Indonesia. Kalau masih berani muncul Mafia Tanah mari kita GEBUG bersamasarna. Untuk itu kitajuga harus bersinergi dengan 4 pilar dalam pemberatasan Mafia Tanah antara lain; Kementerian ATR/BPN, Pemerintah Daerah, Aparat Penegak Hukum dan Badan Peradilan.
Untuk mendukung percepatan pembangunan IKN harus bersinergi dengan stakeholder terkait, Badan Otorita dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).Pada saat ini telah diselesaikan 4 materi teknis RDTR IKNdan 5 lainnya ditargetkan selesai pada akhir tahun 2022.
Dalam rangka percepatan PTSL, saya mengajak Gubemur dan Bupati/Wali Kota untuk menyukseskan program ini dengan membantu masyarakat yang kurang mampu melalui penyediaan anggaran Pra-PTSL serta membantu meringankan beban masyarakat dengan pengurangan atau bahkan penghapusan BPHTB sehingga target tahun 2025 seluruh bidang tanah di Indonesia terdaftar dapat dicapai. Masih banyak dijumpai kendala sertipikat tidak terbit karena masyarakat tidak mampu membayar BPHTB.
Pada kesempatan ini saya mengapresiasi Bupati dan Wali Kota yang telah membebaskan BPHTBkepada masyarakatyang mengikuti program PTSL. Saya berharap hal ini akan di ikuti oleh Bupati dan Wali Kota lainnya karen a hal ini sangat membantu masyarakat yang kurang mampu dan tentunya mempercepat pelaksanaan program PTSL.
Hadirin yang saya hormati,
Bank Tanah sebagai lembaga yang berfungsi menjamin ketersediaan tanah dalam rangka ekonomi berkeadilan untuk kepentingan umum, sosial, pembangunan nasional, pemerataan ekonomi, konsolidasi lahan Reforma Agraria, serta mendorong investasi karena dapat dengan cepat menyediakan tanah. Sampai saat ini, belum signifikan dalam memperoleh tanahnya. Oleh karena itu, saya imbau kepada Jajaran Kementerian ATR/BPN untuk dapat memanfaatkan tanah yang habis masa berlakunya, tanah-tanah yang tidak termanfaatkan untuk mendukung eksistensi dari Bank Tanah.
Sayajuga menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih yang tak terhingga kepada para Gubemur, Bupati/Wali Kota, Camat, Kepala Desa dan Lurah, yang selama ini telah bekerja keras bersama-sama jajaran Kementerian ATR/BPN dalam menyukseskan Program Strategis Kementerian ATR/BPN. Ucapan terima kasih yang tulus juga saya sampaikan kepada jajaran
Kementerian ATR/BPN di seluruh tanah air atas dedikasi dan kerja kerasnya selama ini, serta semua pihak yang telah membantu pelaksanaan program dan kegiatan Kementerian ATR/BPN.
Sebelum mengakhiri sambutan ini, saya mengucapkan selamat merayakan Hari Agraria dan Tata Ruang kepada seluruh jajaran Kementerian ATR/BPN, semoga dengan momentum peringatan Hari Agraria dan Tata Ruang Nasional kali ini kita wujudkan pelayanan yang terbaik bagi kepentingan Bangsa dan Negara tercinta serta apa yang kita lakukan dapat memberikan manfaat dan nilai tambah untuk banyak orang.
(DH)






