SEMARANG (Jawa Tengah), media3.id-
Polisi sempat berkomunikasi dengan Iwan Boedi Prasetyo (51) PNS Semarang yang hilang misterius jelang pemeriksaan terkait kasus korupsi. Selama ini Iwan cukup kooperatif sebagai saksi.
“Iya bisa jadi dua kali (sudah komunikasi), kita komunikasi baik-baik, ketemu, baik telepon juga,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Tengah Kombes Dwi Subagio, Senin (12/9/2022).
Bahkan agenda pemeriksaan di tanggal 25 Agustus merupakan kesepakatan antara Iwan dan polisi. Namun, Iwan tiba-tiba tak bisa dihubungi jelang pemeriksaan secara resmi.
“Tanggal 25 itu kita sudah sepakat, ayo kita buatkan pemeriksaan, kita buatkan surat untuk tanggal 25 untuk pemeriksaan di kantor. Iya, mau di-BAP hilang,” katanya.
Dwi Subagio menjelaskan Iwan bukanlah saksi pelapor. Iwan merupakan saksi yang disebutkan dalam aduan masyarakat terkait korupsi alih aset di Pemkot Semarang.
“Betul tahun 2010 tapi kalau untuk pensertifikatannya belum, 2010 memang, sudah lama. Iya kita masih belum bisa mengetahui apa sih. Kalau dari aduan pengalihan aset,” jelasnya.
Paulus Iwan Boedi Prastjo (51) dinyatakan hilang sejak Rabu (24/8/2022).

Pria yang akrab dipanggil Iwan tersebut tercatat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) Badan Pendapatan Daerah Kota Semarang.
Iwan adalah salah satu saksi kasus korupsi atas dugaan penyalahgunaan aset di Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Semarang.
Seharusnya Iwan memenuhi panggilan Subdit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polda Jateng pada Kamis (25/8/2022).
Iwan bertugas di Bapenda Kota Semarang sejak tahun 1997. Saat ini ia menjabat Kepala Seksi (Kasi) Penetapan.
Sang adik, Yosep Prastowo, mengaku kakaknya tak bisa dihubungi sejak Rabu (24/8/2022) pagi sekitar pukul 07.30 WIB.
Padahal dari rekaman CCTV, korban masih terekam rekaman CCTV mengendarai motor di sekitar Simpang Tiga Akademi Kepolisian (AKPOL) pada Rabu pagi pukul 07.00 WIB.
Di hari itu, Iwan pamit ke keluarganya pergi ke salah satu hotel untuk menghadiri sebuah acara yang Iwan menjadi salah satu narasumber. “Katanya dia itu mau jadi narasumber kembali ke hotel. Soalnya satu hari sebelum hilang dia juga menjadi narasumber di tempat yang sama,” ucap Yosep.
Kepala Sub Bagian (Kasubag) Umum dan Kepegawaian Bapenda Kota Semarang Nia mengatakan, menyerahkan sepenuhnya kasus itu pihak kepolisian. Nia mengaku tak mengetahui soal dugaan kasus korupsi yang menyeret nama Iwan sebagai saksi di Polda Jawa Tengah.
Ia juga membenarkan jika Iwan menjadi narasumber soal pemungutan pajak di sebuah hotel di Kota Semarang.
“Selasa 23 Agustus 2022 dia masih hadir jadi narasumber di sebuah hotel dan hari berikutnya tidak hadir,” imbuhnya.
Kasus korupsi yang menyeret nama Iwan diketahui merupakan kasus alih aset tahun 2010. Sekda Kota Semarang Iswar Aminuddin membenarkan ada panggilan klarifikasi untuk Iwan. Hingga Jumat (9/9/2022), dari pegawai Pemkot Semarang baru Iwan yang dipanggil.
Iswar menjelaskan pada tahun 2010 terdapat hibah tanah dari perumahan Bukit Semarang Baru (BSB) di Kecamatan Mijen kepada Pemkot Semarang. Bidang tanah yang dihibahkan cukup luas dan biaya alih sertifikat mencapai miliaran rupiah.
“Jadi anggarannya ada berapa ya, Rp 3 miliar, saya nggak hapal tapi baru digunakan sebanyak Rp 300 juta atau Rp 400 juta, untuk tim dan kepengurusan dan sebagainya, karena memang bidangnya sangat besar. Jadi anggaran Rp 3 miliar tidak dihabiskan,” jelasnya.
Di tahun itu, DPKAD disebut sudah melaporkan surat pertanggungjawaban (SPJ) dan dinilai tidak ada masalah. Hasil audit dari BPK juga menunjukkan hal yang sama.
“Kan kami sendiri diaudit oleh BPK, di audit internal juga ada Inspektorat. Tidak ada temuan sih terkait itu, dulu ya, dulu tahun 2010,” kata Iswar.
Dikatakannya, tahun 2010 atau 12 tahun lalu, Iwan masih menjabat sebagai staf. Posisi Iwan sebagai staf membuat Iswar meragukan keterlibatannya.
“Kalau saya pikir ya nggak (terlibat) orang dia dulu masih staf,” kata Iswar.
Ditemukannya sesosok mayat hangus yang kemudian diduga Iwan di kawasan Marina, Kota Semarang, terjadi pada Kamis (8/9/2022) lalu. Kondisi mayat sudah tanpa kepala, kaki kanan, dan tangan mulai dari pergelangan.
Dugaan identitas mayat itu Iwan muncul karena nomor polisi motor yang hangus sama dengan yang dibawa Iwan saat terakhir pergi tanggal 24 Agustus 2022 sebelum dinyatakan hilang. Selain itu ada name tag “.. wan Budi P… “. Polisi juga menemukan dugaan pembunuhan, selain itu dari pemeriksaan sementara mengarah pada korban sudah tewas sebelum terbakar.
• (Shaleh Rudianto)






