Kasatreskrim Polres Sleman AKP Rony Prasadana perlihatkan barang bukti kerusuhan suporter Persis Solo di Jogja pada Senin 25 Juli 2022, saat konpers Selasa (26/7/2022).
SLEMAN (DIY), media3.id- Polres Sleman menetapkan lima orang tersangka kerusuhan suporter di beberapa lokasi pada, Senin (25/7/2022). Lima orang yang ditetapkan menjadi tersangka di antaranya GAM (21), Tempat Kejadian Perkara (TKP) Jalan Magelang depan SPBU Mlati.
MAL dan TH (22), TKP berada di depan SPBU Bendan jalan Jogja-Solo, Kalasan. AM (20), dengan TKP di jalan Magelang di depan Makam Pahlawan Nasional dr. Wahidin Soedirohoesodo, Mlati. Dan terakhir MAN (21), dengan TKP jalan Laksda Adisucipto.
Kasat Reskrim Polres Sleman AKP Ronny Prasadana mengatakan dari keempat kasus ini semuanya terancam dengan Pasal 2 Ayat 1 UU Darurat RI No 12 tahun 1951 dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara.
“Setelah adanya ribut-ribut kemarin, antara kedua belah pihak, kami sebut dari kedua wilayah. Ada lima kasus, satu kasus masih penyidikan dilakukan pemeriksaan calon tersangka,” ucapnya dalam konferensi pers, Selasa (26/7/2022).
Dia menjelaskan, mulanya ada 36 orang yang diamankan kemudian dari 36 orang ini ditetapkan lima orang tersangka. Saat ini polisi sedang mencari tersangka-tersangka baru dalam rentetan kasus ini.
“Dari 36 orang kami tetapkan lima orang tersangka, dan dua atau tiga lagi atau lebih masih dalam proses,” jelasnya.
Sementara itu dari Balai Kota Surakarta, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka angkat bicara soal rusuh antara suporter bola Solo dan Jogja. Gibran memohon maaf serta memastikan bertanggung jawab atas kerugian atas insiden tawuran kelompok pendukung Persis Solo di Kota Jogja, Senin (25/7/2022).
“Yang jelas saya memohon maaf untuk warga Jogja yang kemarin merasa tidak nyaman atas kejadian ini. Saya bertanggung jawab penuh apabila ada kerusakan-kerusakan atau hal-hal lain-lainnya,” kata Gibran , Selasa (26/7/2022).

Dia telah berkoordinasi dengan manajemen Persis Solo termasuk dengan salah satu owner Persis Solo, Kevin Nugroho.
“Kemarin sudah kami identifikasi ada beberapa tempat warung juga ada kerusakan kecil menjadi tanggung jawab kami,” jelasnya.
Dikatakan Gibran, selaku Wali Kota Solo dirinya sesaat sebelum keberangkatan sudah menyarankan kepada kelompok suporter Persis Solo, Garis Keras; Pasoepati; Surakartans, dan kelompok pendukung lainnya untuk melewati rute Selo, Boyolali.
“Lewatnya Selo saja, namun ada beberapa masuk ke Jogja. Itu tidak kami rekomendasikan lewat situ,” paparnya.
Ditanya apakah Wali Kota Solo bakal menemui pemerintah setempat di Yogyakarta, Gibran mengatakan manajemen Persis akan menemui menemui kepala daerah setempat dulu.
• (Suharso/Shaleh Rudianto)






