BANDUNG (Jawa Barat), media3.id –
PT.Dinamika Electro Plating beralamat di Jl.Caringin No.236, kelurahaan Babakan Ciparay, Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung, yang memproduksi bahan sparepart motor untuk ke Astra itu di duga dengan sengaja membuang limbah ke sungai tanpa pengolahan yang benar berdasarkan temuan pada hari Jumat 4 Februari 2022.
Padahal program Citarum Harum
Sudah berjalan ditahun ke lima (5), masih saja ada pabrik yang nakal dan secara terang-terangan buang limbah nya ke sungai tanpa diolah lebih dulu secara benar dan dengan sengaja akhirnya mencemari lingkungan.
Menanggapi permasalahan itu Komandaan Sub Sektor 6 Pelda Aris Santoso yang di dampingi tim dari Posko Sektor 22 Citarum Harum membenarkan bahwa PT.Dinamika Electro Plating membuang limbah ke selokan tapi itu sudah layak karena memiliki pH nya 6 namun hanya sebatas cek pH saja.
Aris Santoso menambahkan bahwa secara pengawasan waktu itu pabrik sudah mau progres untuk pembuatan Ipal ternyata ada kendala dan sedang dalam proses.

“Ini sudah dalam proses pak, kita cek PH nya 6,namun kita hanya sebatas cek PH saja” jelas Aris Santoso.
Lanjut Aris Santoso, waktu pengawasan pada awal bulan Januari 2022 belum dibuat tempat penyimpanan, dan pada minggu ke 2 dan ke 3 sudah ada rencana mau bikin.
“Setelah ada informasi yang masuk ke saya pada hari itu Jum’at 4 Februari 2022, saya memerintahkan kepada Pak Wandi untuk mengecek nya dan mengambil sample air yang ada di dalam pabrik serta mengecek kondisi selokan nya juga. Ternyata air di dalam sudah di cek pH nya 6 dan dengan kondisi air tersebut layak untuk dibuang” kata Aris Santoso.
Menurut Reni selaku pemilik pabrik PT.Dinamika Electro Plating, ketika dikonfirmasi dipabrik nya mengakui kalau limbah nya masih bermasalah sudah sejak lama,dan mengatakan bahwa hasil dari pemeriksaan lab limbah nya oleh Tirtawening masih ada masalah di Tss (Total Suspened Solid) dan Cr (Kromonium) nya .
“Saya mengakui bahwa limbah dari kami memang masih bermasalah di Tss dan Cr nya,” ucap Reni senin 7 Februari 2022.
Reni menyatakan bahwa sudah melaporkan ke dinas terkait dengan kondisi limbah tersebut, dan pada bulan januari 2022 dan sudah mengambil sample limbah kami untuk diperiksa.
“Kami sering melaporkan kepada bu Lita selaku LH dari Kota Bandung secara berkala dan tidak masalah. ” Tutupnya
(Acep)






