Tikor Kecamatan Sepertinya Cuek Ada E-Warong Ngaku Terima Gadaian KKS BPNT, Sistem Bayar Bagi Hasil

  • Whatsapp

KARAWANG (Jawa Barat), media3.id – Pernyataan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang menerima program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Sembako di Desa Karyasari, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, bahwa di agen e- Warong milik Iskandar bisa menggadaikan kartu keluarga sejahtera ( KKS) BPNT diakui oleh pemilik agen e- Warong dengan nama Mandiri Barokah tersebut.

Ditemui media3.id di warungnya, Iskandar mengakui jika di e-Warongnya memang bisa menerima gadaian KKS BPNT Sembako bagi KPM yang memang membutuhkan bantuan.

Read More

Namun menurutnya, hal itu dilakukannya untuk membantu KPM yang membutuhkan untuk biaya pendidikan.

“Iya muhun, jadi sistemnya kieu, anjeunakan nambut encis ka abdi, terus ditaros ku abdi,ieu kangge naon encis na, anjeuna nyarios kanggo biaya sakola, nya ku abdi dibantosan,” (Iya betul, jadi sistimnya begini, ia pinjam uang kepada saya, kemudian saya tanya , ” Ini buat Apa uangnya? Kemudian ia menjawab uangnya untuk biaya sekolah, ya sama saya dibantu – Red) jelasnya.

“Bilamana didinyana tos gaduh encis mangga kartu ieu tebusan deui. Nya ku aranjeuna ditarebusan deui biasana teu lila paling sabulan (bila mana sudah punya uang, silahkan kartu ditebus lagi. kan mereka yang nebusin lagi, biasanya paling lama sebulan),” kata Iskandar.

Ditanya bagaimana sistem pembayarannya, diungkapkannya lebih lanjut, KPM membayar dengan sistem bagi hasil.

“Lamun aya pencairan dibagi dua hasilna, (kalau ada pencairan dibagi dua hasilnya – Red)” ujarnya.

Disoal kemudian apakah hutang KPM tersebut masih utuh sesuai jumlah pinjaman meski setiap pencairan dibagi dua, iskandar pun meng-iya-kan.

“Hutangna mah masih, tinggal nebus hutang mah, nya abdi mah nulungan kangge anu biaya sakola (Hutangnya masih, kan saya membantu untuk untuk biaya sekolah – Red),” terang Iskandar.

“Nya eta ge keur ieu, ayeuna mah tos henteu. Tos teu narimaan deui, Teu ageung sih paling ge Rp. 500 rebu, paling ge babaraha urang (Ya, waktu itu kalau sekarang enggak, enggak banyak sekitar 500 ribu itu hanya beberapa orang – Red),” ucap Iskandar.

Sementara untuk KKS BPNT Sembako yang kabarnya bisa diambil uang di e-Warongnya, Iskandar membantah. Dirinya mengetahui aturan melarang. Dan harus tetap e-Warong memberikan dalam bentuk beras dan sembako.

“Henteu sih ari dicandak uang mah pan kedah sembako teu bisa encis,” pungkasnya (Enggak sih kalau uang gak bisa diambil, kan harus sembako- Red)”

Namun yang cukup mengejutkan praktek gadai kartu ATM BPNT seakan akan berjalan mulus karena diduga Tim koordinasi kecamatan sebagai pengawasan sekan akan lepas dari pengawasan. (DH)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *