GRESIK (Jawa Timur), media3.id – Dalam bagian sambutannya pada acara pengukuhan kepengurusan PBNU masa khidmat 2022-2027 di Balikpapan, Kalimantan Timur, Presiden Joko Widodo meminta Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) membawa Ainun Najib yang saat ini bekerja di Singapura pulang ke Indonesia.
Menurut presiden, Ainun merupakan seorang anak muda praktisi teknologi di bidang data sains. Jokowi yakin, jika yang bersabda para kiai NU, Ainun bersedia pulang ke Indonesia.
Diketahui, Ainun Najib merupakan sosok di balik lahirnya gerakan Kawal Covid-19, dan merilis situs kawalcovid19.id. Dia menempuh pendidikan pertama di Madrasah Ibtidaiyyah (MI) Islamiyah Ganggang, Balongpanggang, Gresik. Sedangkan pendidikan agamanya belajar langsung kepada ayahnya H Abdul Rozaq yang merupakan alumnus Pondok Pesantren Qomaruddin, Sampurnan, Bungah, Gresik.
Ayahnya juga tercatat sebagai pengawas pendidikan di Kementerian Agama Kabupaten Gresik. Sementara sang ibu, Rustinah merupakan seorang guru di SDN Klotok I Balongpanggang Gresik.
Semasa pendidikan SMA, Ainun masuk menjadi anggota tim Indonesia dalam Olimpiade Matematika Asia Pasifik 2003, dan meraih honorable mention. Lulus dari SMA dia melanjutkan pendidikan sarjana di Universitas Teknologi Nanyang (NTU), Singapura, dengan jurusan computer engineering.
Setelah lulus, ia bergabung dengan IBM Singapura sebagai software engineer, dan setelah itu menjabat sebagai konsultan senior. Diketahui, gaji rata-rata seorang profesional software engineer di Singapura mencapai SGD5.000 per bulan atau setara Rp53 juta (kurs Rp10.605 per SGD).
“Saya kenal satu orang, yang lain masih banyak lagi. Beliau ini kerja di Singapura sudah lama. Tujuh tahun yang lalu saya ketemu, mengerjakan ini semuanya apa pun bisa. Masih muda sekali, namanya mas Ainun Najib, milenial muda NU. Tapi di sana gajinya sangat tinggi sekali,” ungkap Presiden dalam pidatonya, Senin (31/1/2022).
Presiden Jokowi menyebut kelompok muda profesional NU banyak yang bekerja di korporasi, perusahaan rintisan global atau konsultan-konsultan global. Menurutnya, perlu adanya naungan dan wadah yang kuat di organisasi PBNU untuk mendukung inovasi-inovasi kalangan muda tersebut.
Dan menurut presiden, sosok seperti Ainun Najib pasti mau pulang ke tanah air dan mengabdi kepada bangsa. “Ini nanti tugasnya Pak Kiai. kalau beliau yang ‘ngendiko’ (bicara), digaji berapa pun, bismillah pasti mau,” kata Presiden.• (Shaleh Rudianto)






