Miniatur Keberagaman Dan Kreativitas Solo Digambarkan Dalam Hetero Fest

  • Whatsapp

SURAKARTA (Jawa Tengah) Media3.id – Gelaran Hetero Fest 2021 menjadi momen peresmian Hetero Space Solo. Hetero Space Solo menjadi wadah pegiat ekonomi kreatif yang mencakup local brand seperti UMKM/industri kreatif dan start-up untuk berkembang dan belajar menuju atmosfer digital.

Festival yang mengusung tema “Harmonisasi Keberagaman dan Potensi Kreatif Solo” berlangsung selama dua hari pada tanggal 18 – 19 Desember 2021 bertempat di Hetero Space Solo Jl. Jend. Urip Sumoharjo No 91, Purwodiningratan, Surakarta.

Read More

Festival diisi dengan talkshow dari para pegiat ekonomi kreatif, entertainment, exhibition UMKM, dan diramaikan oleh berbagai komunitas dari Kota Solo, food fest, Hetero for Startup bootcamp hingga sederet hasil karya seni seniman lukis dan mural.

Acara Puncak berupa peresmian Hetero Space Solo oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dengan didampingi oleh Wali Kota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka beserta Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah, Ema Rachmawati.

“Harapannya teman-teman di Solo yang kreatif, yang mau jualan, mau latihan, mau cari akses modal dan pelatihan, datanglah ke sini,” ucap Ganjar dalam sambutannya.

Ganjar juga bercerita bahwa pandemi Covid-19 telah banyak berdampak bagi mata pencaharian masyarakat Jawa Tengah. Bahkan, tak sedikit pula pekerja yang kini di-PHK akibat banyaknya perusahaan yang terdampak pandemi. Oleh karena itu, Ganjar berharap agar Hetero Space Solo bisa menginspirasi masyarakat untuk mulai berwirausaha.

Senada dengan Gubernur Jawa Tengah, Gibran juga berharap agar masyarakat Surakarta bisa memanfaatkan fasilitas yang disediakan di Hetero Space Solo.

“Sebelum Hetero Space ada, saya juga buat tempat seperti ini, banyak. Awas kalau tidak dimanfaatkan,” tegas Gibran ke hadapan pengunjung.

Gibran juga menyebut bahwa fasilitas co-working space sudah banyak menjamur di Surakarta karena tuntutan masyarakat akan ruang kerja bersama sekaligus ruang komunikasi antar wirausahawan.

“Karena banyak sekali teman-teman start-up digital, nanti bisa kita kolaborasikan dengan Solo Techno Park. Karena kolaborasi dari segala sektor itu penting sekali, era digital itu era kolaborasi,” ucap Gibran.

Ema Rachmawati, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (Dinkop-UMKM) Jawa Tengah, bahkan menyebut bahwa berdirinya Hetero Space Solo merupakan buah kolaborasi dari banyak pihak.

“Kuncinya itu saja, karena ini Hetero Space Solo dibangun atas kolaborasi banyak sekali pihak,” ucap Ema.

Hetero Space Solo sendiri berdiri di atas lahan seluas 1.500 meter persegi di Jl. Jenderal Urip Sumoharjo, No.92, Purwodiningratan, Kecamatan Jebres, Surakarta. Proses pembangunan fasilitas co-working space tersebut merupakan buah kerjasama antar Forum Komunikasi BUMD, BUMN, Infrastruktur, serta Bank Jateng.• (Shaleh Rudianto)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *