Dibantu Saat Terlantar di Dubai Hingga Cepat Pulang ke Rumah, Eliyah: Terima Kasih BAI Subang!

  • Whatsapp

SUBANG, Media3.ID – Kebahagiaan tengah menyelimuti Eliyah (29). Warga asal Desa Pusakaratu, Kecamatan Pusakanagara, Kabupaten Subang, Jawa Barat, tersebut, kini kembali berkumpul dengan keluarga tercinta di rumahnya.

Istri dari Acu Samsudin (40), ini kembali ke rumah, setelah terlantar tiga minggu di Dubai, Uni Emirat Arab. Eliyah pergi ke Dubai sebagai tenaga kerja wanita (TKW), namun pihak perusahaan memberangkatkannya secara ilegal.

“Bahagia bisa berkumpul kembali dengan keluarga, tidak menyangka bisa secepat ini kembali ke kampung halaman,” ucap Eliyah kepada wartawan Media3.ID, Mangun Wijaya, via telepon, Jumat (20/08/2021) malam.

Sebab, ia terlantar di Dubai. Beruntung saja, Eliyah kenal dengan Badan Advokasi Indonesia (BAI) Kabupaten Subang, sehingga Eliyah dibantu, dan, akhirnya kini kembali ke rumah.

“Terima kasih banyak saya ucapkan untuk keluarga besar BAI Subang yang telah membantu, kalau saya tidak mengenal BAI Subang, mungkin saja masih ada di jalanan,” ucap Eliyah.

Ucapan terima kasih buat BAI Subang pun disampaikan suami Eliyah, Acu Samsudin. “Saya bahagia, dan bersyukur, istri selamat. Terima kasih saya ucapkan kepada BAI Subang atas bantuannya,” ucap Acu.

Sementara itu, Ketua BAI Kabupaten Subang Darman Sri Gandi, SH, bersyukur Eliyah saat ini kondisinya sehat. Eliyah tiba di rumahnya, sekitar pukul 19.15 wib, setelah dijemput BAI Subang.

Sebenarnya, kata dia, Eliyah tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Jakarta, Kamis (12/08/2021), malam. Eliyah menempuh penerbangan delapan jam dari Bandara Internasional Dubai, Uni Emirat Arab ke Tanah Air.

“Karena harus menjalani karantina di Wisma Atlet, Eliyah baru hari ini bisa pulang ke rumah. Sekarang Eliyah sudah berkumpul dengan keluarganya,” ujarnya.

Darman menjelaskan bisa pulangnya Eliyah hasil koordinasi BAI Subang dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Dubai, dan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemenlu).

“Berkat koordinasi BAI Subang dengan KJRI dan Kemenlu, akhirnya Eliyah bisa dipulangkan ke Tanah Air. Sebab, visa kunjungan Eliyah habis pada 30 Juli, dan Eliyah kondisinya terlantar,” ujarnya.

Selama terlantar di Dubai, kata Darman, Eliyah makan dari belas kasihan warga setempat, minum air keran, dan tidur di emperan toko.

Derita Eliyah ini, berawal ia berangkat ke Dubai untuk kerja sebagai pembantu rumah tangga (PRT), Juni lalu. Begitu di Dubai, Eliyah mendapatkan majikan.

“Entah majikan galak atau gimana, Eliyah kembali ke penampungan. Di penampungan, Eliyah disiksa. Tak tahan disiksa, Eliyah kabur dari penampungan, dan terlunta-lunta,” ucap Darman.

Selanjutnya, Eliyah minta tolong ke BAI.
Suami Eliyah, datang ke kantor BAI untuk minta bantuan agar Eliyah bisa pulang ke Tanah Air. BAI Subang kemudian bergerak membantu Eliyah.

Darman mengucapkan terima kasih kepada KJRI Dubai, Kemenlu, Kesbangpol Kabupaten Subang, Disnakertrans Kabupaten Subang, Pemdes Pusakaratu, dan pihak lainnya yang telah memberikan dukungan kepada BAI Subang untuk kepulangan Eliyah.

“Meski Eliyah telah kumpul dengan keluarga, tugas BAI Subang belum selesai, kini akan meminta pertanggungjawaban dari pihak sponsor dan perusahaan yang mengirim Eliyah ke Dubai. Karena, sponsor dan perusahaan tidak bertanggungjawab sampai saat ini,” pungkasnya.

(Mangun Wijaya)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *