Indonesia Tidak Boleh Lengah Dari Rayuan Dakocan Politik

  • Whatsapp

Foto : Istimewa/Wahyu Tj/Media3.Id/Dok.

Jakarta, Media3.Id — Saat ini Indonesia selain dihadapi oleh Pandemi Covid-19 yang sudah hampir 2 tahun, dihadapi juga oleh sekelompok orang- orang yang menganut paham Radikalisme dan Intoleransi. Hal ini jika dibiarkan sangat berbahaya untuk Indonesia sendiri.

Habib Syukur Ali Mahdi Alhamid yang biasa dipanggil Habib Ali Alhamid dalam wawancaranya, Kamis, 24 Juni 2021 melalui aplikasi WhatsApp menjelaskan bahwa Islam itu agama yang Rahmatan Lil Allamin tetapi di sini ada orang – orang yang membentuk organisasi Hizbut Tahir Indonesia (HTI) yang selalu mengedepankan Islam ya Kafaah islam khilafah. Berbicara Islam kafaah mereka itu punya tujuan yang intinya ingin menjadikan islam Kafaah menjadi tujuan hidup di Indonesia, sesungguhnya Islam sudah Kafaah karena umat islam di Indonesia sudah membawa dirinya kepada kehidupan berbangsa dan bernegara sebagai umat yang taat kepada Allah SWT, tetapi karena banyaknya tujuan dan maksud politik dari kelompok HTI yang ingin mendirikan khilafah dalam arti tidak menyakini bahwa roda pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi yang dianggap tidak bisa membawa keadilan.

Di dalam Islam diwajibkan harus saling menghargai antar umat beragama tanpa melihat perbedaan. Tetapi yang terjadi saat ini terutama di era kepemimpinan Bapak Presiden Jokowi sejak beliau menjabat Gubernur DKI Jakarta hingga saat ini selalu ada pertentangan dengan konteks “ketidakadilan”. Ketidakadilan itu digambarkan oleh mereka ketidakadilan yang tidak sejalan oleh kelompok- kelompok khilafah, contoh pak Jokowi yang dekat dengan rezim oligarki, Pak Jokowi yang tidak mempunyai keputusan sendiri, fitnah- fitnah seperti itu terus di dengungkan sementara Pak Jokowi itu pemimpin yang tegas, bermakna dan bermanfaat untuk seluruh rakyat Indonesia.

Kelompok- kelompok ini harus menyudahi fitnah dan propaganda. Setiap pak Jokowi mengeluarkan keputusan selalu ditentang oleh PKS dan kelompok khilafah pak Jokowi selalu dianggap lemah. kelemahahan Jokowi itu sebetulnya tidak ada apalagi fitnah pak Jokowi disetir oleh oligarki sebetulnya tidak ada, oligarki itukan tidak jelas siapa dan bagaimana, oligarki itu sebuah narasi yg semu sebuah narasi yg dilempar seakan- akan, bahwa pemerintah tidak bisa berdiri sendiri seakan- akan pemerintah ada yg mendanai, ada yang menguasai seakan- akan Indonesia pemegang sahamnya yaitu kelompok oligarki, fitnah yang sangat kejam.

Sudah ratusan kali, jutaan kali hoax ini beredar Pak Jokowi tetap berdiri tegak menjalankan amanah rakyat tetap Istiqomah karena Pak Jokowi dan Kementeriannya mendapatka ridho dari Allah SWT tanpa terkecuali semakin difitnah semakin mulia pemerintahan RI di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi.

Indonesia negeri kita tercinta ini saya yakin di tahun 2023 nanti menjadi negeri yg 10 besar terbaik di dunia ini tidak luput dari ke- ikhlasan TNI- POLRI dalam mengawal Pemerintah RI di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi, jadi kelompok- kelompok seperti itu hendaknya diberi tindakan yang tegas sekali, “Ungkap Habib Ali Alhamid “.

Selanjutnya Habib Ali Mahdi pun mengatakan sebagian besar Kabinet kerja Jokowi itu Islam tentunya mereka khidmat dan sangat islami tujuan fitnah itu tidak berdasar selama mereka tidak bisa memberikan data dan faktanya mereka itu hanya bisa memfitnah karena keimanan kabinet kerja Jokowi sangat kuat dan sangat mengimani kinerjanya kepada Allah SWT dan Rasulullah. Sehingga kelompok radikalisme dan ekstrim tidak bisa menggoyahkan Indonesia di bawah pemerintahan Presiden Jokowi dengan propaganda apapun.

Saat ini penyetaraan adat istiadat itu tidak sama yang ada justru pendapat yang egois tidak terstruktur yang terjadi, karena di Indonesia dengan Pluralismenya itu perlu musyawarah dengan para tokoh agama kita harus menghargai dalam sebuah pendapat. Intinya kebebasan berpendapat tidak mengenal suku agama maupun ras Indonesia dengan Pluralismenya ini seharusnya jika ada permasalah tertentu dari para tokoh agama bisa diselesaikan melalui MUI untuk Islam ada NU, Muhammadiyah. Nanti masing- masing tokoh agama diundang oleh pemerintah diambil pendapatnya diumumkan itulah menjadi satu kesimpulan yg maknanya ber- Bhinneka Tunggal Ika, jadi bukan jamannya lagi fanatik buta, jika ada permasalah selesaikan dengan baik antar tokoh agama lalu diskusikan dengan pemerintah yg mengedepankan azas- azas kebersamaan dalam bernegara. Mereka tidak bisa menghakimi keadaan itu dengan hanya kajian- kajian.

Menyikapi kejadian kemarin saat sidang keputusan Habib Muhammad Rizieq Shihab, Habib Ali Alhamid memberikan pendapat bahwa mereka orang- orang yang ingin memperjuangkan keadilan walaupun oleh pemerintah diperbolehkan dengan jumlah terbatas tetapi ternyata jumlah yang sangat banyak dalam hal ini yang dilakukan pemerintah terlalu sabar dan penuh kehati- hatian, seharusnya pemerintah tidak bersikap seperti itu. Mereka boleh berpendapat, berkumpul, berjuang untuk keadilan semua ini hal wajar tapi tidak perlu seperti itu kan ada sarananya bisa dengan perwakilan, media, diskusi, dan lain sebagainya, pemerintah harus dihargai karena ketika rakyat susah pemerintah yang justru disusahkan. Presiden Jokowi, TNI-POLRI tidak bisa tidur memikirkan rakyat Indonesia.

Sebaiknya TNI- POLRI harus bersikap tegas bila perlu langsung dimasukan penjara tanpa diadili untuk memberikan efek jera, agar dirasakan oleh diri sendiri dan keluarganya. Sudah bukan waktunya pemerintah untuk sabar waktunya untuk bertindak tegas karena tidak mungkin pemerintah melakukan lockdown nasional yg harus dilakukan adalah melakukan efek jera kepada masyarakat, karena jika tidak ada tindakan efek jera sama saja tidak ada artinya berjuang bersama melawan Covid. Saat ini pemerintah sudah banyak dihujat dimaki, dihina pemerintah harus bertindak, agar rakyat tahu ini untuk kepentingan bersama dalam melawan Covid. “Saya pribadi sangat kecewa dengan aksi kemarin itu”.

Sementara banyak rakyat Indonesia yang terus berprasangka buruk terhadap pemerintah dengan dasar yang tidak jelas. Seluruh dunia jelas menderita karena Covid-19, Indonesia dengan situasi seperti ini masih bisa berdiri masih bisa berjuang dan dihargai di dunia internasional Covid-19, bukan sebuah politisasi Covid-19, itu nyata sebuah serangan virus yg meruntuhkan dunia internasional. Haruskah Indonesia runtuh dan ambruk hanya gara- gara Covid- 19 dan para “Dakocan Politik”, yang tidak suka terhadap pemerintah ?, Secara harfiah saya artikan Dakocan itu pertama orang yang ingin memanfaatkan Indonesia agar terpecah belah, yang kedua ingin memanfaatkan momentum agar kredibilitas pemerintah RI itu hancur, pemerintah tidak boleh hancur, pemerintah harus kuat, rakyat Indonesia pasti mendoakan pemerintah RI TNI- Polri.

Rakyat Indonesia sebagian besar mendoakan Indonesia mulia dihadapan dunia internasional. Dakocan politik adalah gelandang politik meraka itu berbicara tidak pakai batasan yang selalu menghujat pemerintah, pada prinsipnya Tuhan Allah SWT memberikan rahmat untuk bangsa ini. Jokowi jadi presiden berkat doa seorang ibu yang artinya doa seorang ibu itu di ridhoi oleh Allah SWT.

Sebagai penutup terakhir Habib Ali Alhamid mengatakan bahwa Allah mewajibkan hamba- hambanya untuk berprasangka baik, bagaimana kita mau diterima oleh Allah jika tidak bisa berprasangka baik. Yang bisa diharapkan itu kesadaran yang menentukan takdir itu Allah dan kita harus ikhtiar dalam menghadapi Pandemi Covid- 19 ini. Sudah terlalu lama Indonesia terjajah oleh kelompok orang- orang yang ingin agama Islam tercoreng Tapi bersyukurlah ALLAH SWT selalu lindungi Indonesia, Jum’at (25/6/2021).

(Wahyu Tj)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *