BANJAR, MEDIA3.ID – Warga menilai pelayanan PDAM Tirta Anom Kota Banjar, Jawa Barat, buruk karena belum mampu memenuhi kebutuhan air bersih bagi para pelanggannya. Salah satunya air yang diterima konsumen keruh berwarna coklat. Jumat, (14/5/21).
Beberapa pekan ini pantauan media3.id dilapangan banyaknya keluhan dari konsumen PDAM Tirta Anom, konsumen mengeluh air yang diterima berwarna coklat, ada juga tagihan konsumen yang tiba-tiba membengkak, padahal pemakaian biasa saja. Juga tiba- tiba air tidak mengalir.
Menurut Sandi warga Banjar yang sudah menjadi pelanggan PDAM Tirta Anom mengeluh pasalnya tagihannya tiba- tiba membengkak tanpa ada pengguna yang extra, dirinya menduga adanya kesalahan pencatatan meteran PDAM dari kubikasi.

“Saya sempat curiga dengan naiknya tagihan PDAM dirumah saya, soalnya rumah saya tidak ada orang, karna kerja. Dan meteran PDAM ada di dalam. Tapi kok bisa tau ya.” Ujarnya.
Lanjutnya, ia melaporkan kejadian tersebut kepada PDAM Tirta Anom, untuk mendapatkan konfirmasi dan penjelasan. Pihak PDAM pun siap bertanggung jawab jika memang itu kesalahan pencatatan meteran. Apa yang ia duga ternyata ada kesalahan pencatatan meteran. Istilah main tembak ukuran meteran.
Tak hanya itu, beberapa pelanggan PDAM Tirta Anom mengeluh dengan air yang sampai rumah konsumen buruk, ada beberapa pelanggan PDAM yang memposting di media sosial.

Rencong Salah seorang konsumen PDAM Tirta Anom Ia menilai pelayanan PDAM Tirta Anom tidak serius menangani kondisi ini, dan ada unsur pembiaran. Air yang didistribusi oleh PDAM Tirta Betuah berwarna kuning, rasa dan baunya juga tidak enak.

Ia berharap Walikota Banjar mengevaluasi kinerja Dirut PDAM Tirta Anom.
Kekecewaan terhadap buruknya pelayanan PDAM Tirta Anom juga disuarakan Tobring
Ia menilai pelayanan PDAM ini terkesan tidak serius, termasuk pengawasan dari pemerintah dan legislatif kurang.

Saat Media3 mencoba konfirmasi kepada Direktur PDAM Tirta Anom, melalui whatsap tidak ada balasan.
(Red)






