Palembang-Media3.id – Training of Trainer (ToT) BUMDes dan Wira Desa, diselenggerakan di ruang Pertemuan Kampus Bina Darma di Jalan A Yani, Palembang, Senin (24/5/21) pukul 08.30 WIB, dengan dihadiri 33 lebih dosen dari sejumlah Universitas di Sumsel.
Para dosen dari sejumlah Universitas di Sumsel sebagai kelompok keperdulian Indonesia, yang memiliki 70 ribu lebih desa dan 80 ribu kelurahan. Saat ini tercacat ada 3 ribu Badan Usaha Milik Desa atau BUMDes, dan baru 2500 BUMDes yang terdata.
Prof Dr Joni Emerson SH MHum FcBarb Ketua KKP BUMDes Sumsel menjelaskan, kegiatan ini dalam rangka menjalankan tridarma perguruan tinggi yang didukung L2Dikti wilayah II.
“Bagaimana meningkatkan perekonomian desa, meningkatkan dengan potensi yang ada. Sumsel ini kaya raya, itu akan terjadi dengan catatan ada lembaga, SDM dan mahasiswa yang mendampingi,”ujarnya.
Guru besa hukum Unsri ini menekankan, ada tiga kriteria diambil, yakni dari menggerakan dengan badan hukum, dari pra untuk menyiapkan SDM, lalu pasca, BUMDes ini bisa berjalan dengan baik.
“Bahwa semua sektor sepakat untuk meningkatkan SDA dan SDM, dengan pembekalan training tentu lebih baik dalam bekerja. Sehingga tri darma di BUMDes ini terlaksana, dari dosen mengabdi dan mahasiwa kita terjun langsung ke masyarakat,” terangnya.
BUMDes ini dibeberkan Prof Joni, untuk mengembangkan dan meningkatkan potensi desa ini, masyarakat butuh pendampingan dari perguruan tinggi, Kementrian Pendidikan dan Kementrian Pembangunan Desa, mencanangkan bagaimana agar BUMdes ini menjadi dasar peningkatan ekomoni nasional.
“Kalau desanya kaya raya, makmur otomatis perekonomian secara nasional meningkat. BUMDes yang terdaftar ada 2500, yang efektif baru sedikit, rata-rata ini bidang pertanian. BUMDes ini bisa jasa, pada umumnya buka pasar. Pelayanan bayar listrik atau air” jelasnya .
Target kedepan, Prof Joni mengupayakan dari 2800 BUMdes yang ada, dengan adanya pendampingan perguruan tinggi, bisa meningkat 10-20 persen . Dengan adanya PP Tahun 2001 mau direkonstruksi dengan aturan baru, dan sudah berbadan hukum.
“Secara simultan pemerintah dibantu perguruan tinggi kedepan sudah bergerak, terus terang BUMDes inikan pengelolaanya oleh warga desa, dari SDM dan sistem masih lemah, makanya butuh pendampingan perguruan tinggi. Perguruan tinggi ini bisa menerapkan tri darma kampus, dari pendidikan, penelitian dan pendidikan, jadi bagaimana ketiga hal ini bisa membantu program BUMDes yang sehat, dan bersaing tinggi,” tandasnya.
Sehingga desa melibatkan masyarakat untuk meningkatkan potensinya masing-masing, dengan potensi yang beragam. Potensi ini yang lebih tahu masyarakatnya, dengan program diselenggarakan perguruan tinggi dan L2Dikti. Kemudian setiap rektor perguruan akan menjadi pensehat dalam BUMDes ini.
Hsyah/REL






