Tri Pamujdi Rudiyanto. Wakil Ketua l DPRD Kota Banjar
Banjar, Media3.id – Terkait banyaknya keluhan dari pelanggan Perumda PDAM Tirta Anom, Wakil ketua DPRD Kota Banjar Tri Pamuji Rudianto S.IP meminta kepada Pemerintah Kota Banjar yaitu Walikota Banjar untuk mengevaluasi kinerja Direktur PDAM Tirta Anom. Rabu, (19/05/2021).
Semasa Pimpinan direktur PDAM Tirta Anom yang saat ini E. Fitrah Nurkamilah, STĀ konsumen PDAM banyak mengeluhkan pelayanan yang buruk, mulai dari air yang berwana kecoklatan dan tidak adanya air di jam jam tertentu, begitu pun dengan adanya pencatatan meter kubikasi tidak sesuai dengan pelanggan (main tembak angka kubikasi).
Tri Pamuji Rudianto Wakil Ketua DPRD Kota Banjar menjelaskan Pemerintah Kota Banjar didalamnya sebagai penyelenggaraan untuk pelayanan dasar kepada masyarakat salah satunya terkait dengan penyediaan air bersih kepada masyarakat. Melalui PERUMDA Tirta Anom, pemerintah kota Banjar mempunyai kewajiban untuk melaksanakan pelayanan publik dengan baik.
Masih menurut Tri Pamuji Rudianto, Terkait dengan adanya pelayanan air bersih yang terus ada permasalahan kwalitas air baku yang kepada pelanggan PERUMDA Tirta Anom tentu menjadi kewajiban pemerintah Kota Banjar untuk mengevaluasinya sehingga ada sebuah perbaikan pelayanan dengan cepat.
“Saya melihat ada beberapa hal yang perlu di benahi sebagai bahan evaluasi kepada PERUMDA Tirta Anom, pertama Terkait jajaran manajemen, sejauh mana bisnis plane yang ditetapkan dan progresnya sudah sejauh mana. Apa sudah ada usaha yang direncanakan dari produksi air baku yang didalamnya meliputi peningkatan kapasitas air baku, peningkatan kwalitas air baku. Kalau ini tidak masuk dalam perencanaan kerja, bagaimana ada solusi atas keadaan air yang keruh.” Tandasnya.
Lanjutnya, ada juga terkait sistem kerja pengiriman air baku kepada masyarakat pelanggan, ada sistem reservoar dengan memanfaatkan gaya grapitasi bumi atau didorong dengan mengandalkan mesin dengan resiko biaya tinggi. Belum terkait pipa yang sudah tua, inikan perlu sebuah konsentrasi perencanaan yang sangat serius dari pemerintah daerah.
“Kami mendorong kepada walikota untuk bisa mengevaluasi secara cepat sehingga kondisi yang ada tidak menjadi alasan management tentang rendahnya kualitas air baku yang nyampai kepada pelanggan buruk.” Tandasnya.
(Red)






