KARAWANG, Media3.id- Masih banyak masyarakat desa yang tidak tahu Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di desanya mesing-masing yang ada di Kabupaten Karawang. Hal ini patut dicurigai apakah BUMDes tersebut berjalan sesuai harapan pemerintah pusat atau sebaliknya.
menyikapi hal tersebut DPC LSM KOREK Karawang meminta kepada Badan Periksa Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI) untuk mengaudit BUMDes yang ada di Kabupaten Karawang secara langsung, jangan hanya uji petik yang di kirim secara online.
“saya meminta kepada BPK-RI untuk mengaudit secara langsung” kata Suhanta ketua DPC LSM Korek Karawang.
Bukan tanpa Alasan, ia meminta kepada BPK-RI untuk mengaudit BUMDes yang ada di Kabupaten secara langsung.
Adapun alasannya kata Suhanta:
- masih banyak masyarakat desa yang tidak tahu usaha apa yang dijalankan oleh BUMDes yang ada di Kabupaten Karawang.
- Banyak kantor BUMDes tak berpenghuni hal ini menunjukan bahwa BUMDes di desa tersebut tidak jalan.
- Kami menduga hanya oknum pengurus BUMDes dan oknum Kepala desa yang menikmati dari hasil BUMDes.
- Kami menduga BUMDes hanya namanya saja, sedangkan usahanya tidak jelas. hal ini dibuktikan dengan masih banyaknya masyarakat yang belum tahu usaha BUMDes itu sendiri.
“empat poin ini yang menjadi alasan saya meminta kepada BPK-RI untuk turun langsung melakukan audit disetiap desa yang ada di Karawang” jelasnya. Rabu (08/04/21).
Dugaan mati surinya BUMDes terjadi di wilayah Kecamatan Ciampel. dari 7 Desa yang ada di Kecamatan Ciampel hanya satu desa yang terlihat usahanya berjalan yaitu BUMDes di Desa Tegal Lega, salah satu desa berbatasan langsung dengan Kabupaten Purwakarta.
sedangkan 6 desanya lagi yang belum tahu usahanya apa namun, kata salah satu pegawai kecamatan ciampel ini, dari 6 desa tersebut sangat berpotensi untuk mengembangkan usaha BUMDes.
“yang saya tahu baru satu desa yang saat ini masih berjalan, sedangkan 6 desanya lagi yang berpotensi, belum tahu usahanya apa” kata pegawai kecamatan Ciampel, Selasa (07/04/21).
(Dmn Hr)






